SBY ingatkan BP Migas lahir di era Megawati

Rabu, 14 November 2012 - 21:16 WIB
SBY ingatkan BP Migas...
SBY ingatkan BP Migas lahir di era Megawati
A A A
Sindonews.com - Dibubarkannya BP Migas oleh Mahkamah Konstitusi (MK) menganggetkan banyak kalangan. Putusan sidang yang sangat mendadak itu langsung menimbulkan keresahan.

Namun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak langsung berkomentar. Selang satu hari setelah keputusan tersebut, dia baru berbicara.

Padahal, banyak pihak sudah bertanya-tanya, apa yang akan dilakukan pemerintah selanjutnya untuk menenangkan para investor baik dalam dan luar negeri, serta nasib para karyawan yang sudah mengabdi dari 10 tahun silam.

Menurut SBY setelah palu diketok oleh MK, pemerintah segera mengambil langkah yang diperlukan. Bahkan para menteri terkait terus berkoordinasi hingga larut malam supaya tidak terjadi kevakuman aturan.

"Saudara tahu, UU No 22/2001 jadi pada Era Megawati yang memberikan amanah untuk dibentuk BP Migas," tutur SBY, yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Rabu (14/12/2012).

Dasar pemikiran dan tujuan dibentuknya BP Migas pada masa Megawati adalah guna menghindari conflict of interest. Benturan kepentingan saat itu adalah kerja sama hulu minyak diatasi oleh satu elemen, yakni Pertamina.

"Sedang Pertamina adalah pemain. Kalau ditetapkan oleh Pertamina, itu ada conflict of interest. Kedua, dulu BP Migas dibentuk dengan prinsip sebuah lembaga independen yang memisahkan antara tugas wewenangan fungsi pemerintah sebagai regulator dan pembuat kebijakan. Jadi policy maker dan regulator dipisahkan," imbuh SBY.

Yang ketiga, lanjut SBY, dengan dibentuknya BP Migas, maka pemerintah tidak terlibat langsung dalam pembuatan kontrak kerja sama dengan dunia usaha, private sector. Dengan demikian, ada posisi yang lebih baik bagi negara agar kerja sama lebih baik tanpa melibatkan dirinya secara langsung dalam minyak dan gas.

"Itu mencegah benturan kepentingan, mengapa lembaga independen. Misalkan, kehematan biaya operasionalnya, investasi migas Rp150-200 triliun rupiah. Ini pekerjaan penting, yang tidak boleh lalai apalagi tidak memberikan kejelasan organsisasi," sebut SBY.

Sehingga UU 22/2001 pada Era Pemerintah Megawati, terang Presiden, memiliki dasar dan pemikiran yang jelas waktu itu. "Sekarang telah resmi bubar. Dengar laporan pukul 11.00 WIB, Selasa 13 November. Tentu ada implikasinya," ujarnya.

Implikasi yang dimaksud, yakni putusan tersebut menimbulakn kecemasan dari berbagai kalangan, karena menyangkut kepastian hukum dari kebijakan dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah.

"Saudara tahu? Di negara manapun dunia investasi dan dunia usaha perlu legal dan predictibaly, policy," tutup SBY.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mantan Kepala BP Migas...
Mantan Kepala BP Migas Raden Priyono Dituntut 12 Tahun Penjara
Orang Kepercayaan Mantan...
Orang Kepercayaan Mantan Kepala BP Migas Divonis 4 Tahun Penjara
Badai PHK Guncang Industri...
Badai PHK Guncang Industri Migas, BP Pecat 7.700 Karyawan dan Kontraktor
Cari Cadangan Migas...
Cari Cadangan Migas di Kilang Tangguh Papua, BP Tambah Investasi Rp57,6 T
Lepas Saham di Rosneft...
Lepas Saham di Rosneft Saat Perang Ukraina Pecah, Raksasa Migas BP Kehilangan Rp38,8 Triliun
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
3 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
3 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved