CNKO tingkatkan kapasitas PLTU Pangkalan Bun
Jum'at, 16 November 2012 - 14:16 WIB
CNKO tingkatkan kapasitas PLTU Pangkalan Bun
A
A
A
Sindonews.com - PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) meningkatkan kapasitas PLTU Pangkalan Bun dari 2x7 megawatt (MW) menjadi 2x50 MW. Langkah tersebut sebagai bentuk komitmen perseroan dalam memberikan kontribusi dalam penyediaan alternatif energi, yang dibutuhkan demi kesejahteraan rakyat Indonesia.
Presiden Direktur & CEO CNKO Henry H Sitanggang mengaku optimistis pembangkit yang memiliki kapasitas terpasang sebesar 2x50 MW ini sudah bisa beroperasi pada pertengahan 2014.
“Dengan adanya PLTU Pangkalan Bun milik CNKO, pemerintah daerah setempat bisa menghemat pengeluaran Rp200 miliar per bulan. Dengan ekspansi kapasitas menjadi 100 MW, maka akan terjadi penghematan lebih besar,” tutur dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/11/2012).
Dia menyebutkan, hal itu yang membuat CNKO menjadi buffer dalam kondisi darurat sekalipun. Karena CNKO menyediakan energi yang paling murah saat ini sampai dengan 20 tahun mendatang, dengan cadangan batu bara di berbagai lokasi seperti Desa Jilatan Kalimantan Selatan, Desa Santilik dan Santiung Kalimantan Tengah, Desa Kandui, Majangkan serta Karang Intan, Kalimantan Selatan.
Lebih lanjut, Henry menambahkan, CNKO akan terus mengembangkan hingga 5.000 MW sebagai energi alternatif yang dibutuhkan masyarakat hingga tidak terjadi lagi isu kekurangan listrik di Indonesia.
Keberadaan CNKO sebagai pemasok energi batu bara ke PLN dan PLTU dalam mendistribusikan energi listrik kepada rakyat diperlukan untuk membantu program pemerintah mengurangi subsidi yang memberatkan anggaran negara.
Presiden Direktur & CEO CNKO Henry H Sitanggang mengaku optimistis pembangkit yang memiliki kapasitas terpasang sebesar 2x50 MW ini sudah bisa beroperasi pada pertengahan 2014.
“Dengan adanya PLTU Pangkalan Bun milik CNKO, pemerintah daerah setempat bisa menghemat pengeluaran Rp200 miliar per bulan. Dengan ekspansi kapasitas menjadi 100 MW, maka akan terjadi penghematan lebih besar,” tutur dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/11/2012).
Dia menyebutkan, hal itu yang membuat CNKO menjadi buffer dalam kondisi darurat sekalipun. Karena CNKO menyediakan energi yang paling murah saat ini sampai dengan 20 tahun mendatang, dengan cadangan batu bara di berbagai lokasi seperti Desa Jilatan Kalimantan Selatan, Desa Santilik dan Santiung Kalimantan Tengah, Desa Kandui, Majangkan serta Karang Intan, Kalimantan Selatan.
Lebih lanjut, Henry menambahkan, CNKO akan terus mengembangkan hingga 5.000 MW sebagai energi alternatif yang dibutuhkan masyarakat hingga tidak terjadi lagi isu kekurangan listrik di Indonesia.
Keberadaan CNKO sebagai pemasok energi batu bara ke PLN dan PLTU dalam mendistribusikan energi listrik kepada rakyat diperlukan untuk membantu program pemerintah mengurangi subsidi yang memberatkan anggaran negara.
(rna)
Lihat Juga :