Aksi demo buruh dinilai berlebihan
Sabtu, 17 November 2012 - 12:27 WIB
Aksi demo buruh dinilai berlebihan
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat ekonomi Dirgo D Purbo menilai, aksi demonstrasi buruh menuntut kenaikan upah akhir-akhir ini sudah terlalu berlebihan.
Menurutnya, buruh kerap lebih mengedepankan aksi demonstrasi ketimbang berdialog dalam memperjuangkan hak-haknya.
"Ada lah aturan mainnya kalau sekali dua kali tiga kali tidak ditanggapi bolehlah demo. Jangan belum apa-apa demo," kata Dirgo kepada wartawan usai mengisi acara Polemik Sindo Radio Network di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (17/11/2012).
Bila demo buruh yang telah mengganggu iklim usaha ini terus berlangsung, lanjut Dirgo, para wirausaha bisa memberhentikan kegiatan produksinya dan beralih profesi menjadi pengimpor. Kalau sampai hal ini terjadi, tentu buruh juga ikut dirugikan.
"Kalau tiap tahun dirongrong terus, bisa-bisa para manufacturer di negeri ini beralih profesi jadi pedagang pengimpor saja, lebih baik. Kan yang rugi nanti buruh juga," imbuhnya.
Karena itu, pihaknya meminta semua pihak, baik pengusaha, buruh, maupun pemerintah untuk lebih mengedepankan dialog agar iklim usaha di Indonesia dapat dijaga tetap kondusif.
"Mari kita bersama-sama duduk, kepala dingin lah mau seberapa besar tuntutannya," tutupnya.
Menurutnya, buruh kerap lebih mengedepankan aksi demonstrasi ketimbang berdialog dalam memperjuangkan hak-haknya.
"Ada lah aturan mainnya kalau sekali dua kali tiga kali tidak ditanggapi bolehlah demo. Jangan belum apa-apa demo," kata Dirgo kepada wartawan usai mengisi acara Polemik Sindo Radio Network di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (17/11/2012).
Bila demo buruh yang telah mengganggu iklim usaha ini terus berlangsung, lanjut Dirgo, para wirausaha bisa memberhentikan kegiatan produksinya dan beralih profesi menjadi pengimpor. Kalau sampai hal ini terjadi, tentu buruh juga ikut dirugikan.
"Kalau tiap tahun dirongrong terus, bisa-bisa para manufacturer di negeri ini beralih profesi jadi pedagang pengimpor saja, lebih baik. Kan yang rugi nanti buruh juga," imbuhnya.
Karena itu, pihaknya meminta semua pihak, baik pengusaha, buruh, maupun pemerintah untuk lebih mengedepankan dialog agar iklim usaha di Indonesia dapat dijaga tetap kondusif.
"Mari kita bersama-sama duduk, kepala dingin lah mau seberapa besar tuntutannya," tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :