2013, Honda tingkatkan penjualan di Jabar
Minggu, 18 November 2012 - 18:30 WIB
2013, Honda tingkatkan penjualan di Jabar
A
A
A
Sindonews.com - Honda Bandung Center (HBC) berencana memperluas penjualan mobil di wilayah Jawa Barat pada tahun 2013. Main dealer Honda Jabar ini berencana membangun empat bengkel (dealer) baru.
Opersional Manager Honda Bandung Center (HBC) Eko Kunwisono menjelaskan, pertumbuhan kendaraan roda empat di Jawa Barat cukup meyakinkan. Potensi tersebut akan digarap oleh Honda dengan menambah pusat penjualan, suku cadang, dan dealer.
"Tahun depan, kami berencana menambah empat buah dealer, sehingga nantinya akan ada delapan dealer Honda di Jabar," jelas Eko Kunwisono kepada wartawan di Bandung, Minggu (18/11/2012).
Rencana pembangunan empat titik dealer, tiga di antaranya ada di Bandung, yaitu Cibiru, Cibeureum, dan Jalan Soekarno-Hatta. Sedangkan, satu dealer lainnya ada di Sukabumi.
Untuk pembangunan empat dealer itu, lanjut Eko, pihaknya menyiapkan dana investasi besar. Menurut dia, setiap satu unit dealer nilai investasinya dapat mencapai Rp50 miliar, sehingga total investasi untuk empat dealer baru diperkirakan mencapai Rp200 miliar.
Diakui dia, penambahan jaringan bertujuan meningkatkan market share Honda di Jabar. "Kami memproyeksikan pangsa pasar Honda tumbuh menjadi 9 persen di 2013, setelah pada 2012 diharapkan mencapai 8 persen. Harapannya, penambahan jaringan itu menjadi langkah kami untuk merealisasikan proyeksi tersebut," paparnya.
Ketika disinggung pembangunan pabrik Honda di Jabar, Eko mengakui, ada rencana ke arah sana. Upaya tersebut untuk menghindari kerugian sebegaimana pernah terjadi pada banjir Thailand. Sebenarnya, ungkap Eko, saat ini, pihaknya mengoperasikan pabrik di Karawang.
Pabrik tersebut untuk produksi perakitan. Namun, untuk produksi komponen, belum seluruhnya dilakukan di Indonesia. Honda masih melakukan ekspor impor komponen dengan negara lain, seperti Thailand dan Jepang.
"Ada beberapa komponen yang kita ekspor. Tapi ada juga komponen lainnya yang masih mengandalkan dari negara lain," pungkas dia.
Ditemui di tempat yang sama, Area Service Manager HBC Raindhard Ondang mengakui, rencana ekspansi pasar di wilayah Jabar juga sejalan dengan pertumbuhan market Honda di tatar Parahyangan ini. Tuntutan mendirikan dealer terutama untuk memenuhi kebutuhan suku cadang dan bengkel mesti dilakukan dengan meningkatnya pengguna mobil Honda.
"Pemakai Honda meningkat, otomatis kami pun harus memberikan service yang memadai," pungkas dia. Saat ini, pihaknya juga terus melakukan persiapan sumber daya manusia (SDM) untuk ditempatkan di empat dealer itu, seperti mekanik, marketing, dan lainnya.
Untuk mekanik, lanjut dia, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan SMK 8 Bandung. Lulusan sekolah tersebut diharapkan bisa terserap oleh Honda.
Opersional Manager Honda Bandung Center (HBC) Eko Kunwisono menjelaskan, pertumbuhan kendaraan roda empat di Jawa Barat cukup meyakinkan. Potensi tersebut akan digarap oleh Honda dengan menambah pusat penjualan, suku cadang, dan dealer.
"Tahun depan, kami berencana menambah empat buah dealer, sehingga nantinya akan ada delapan dealer Honda di Jabar," jelas Eko Kunwisono kepada wartawan di Bandung, Minggu (18/11/2012).
Rencana pembangunan empat titik dealer, tiga di antaranya ada di Bandung, yaitu Cibiru, Cibeureum, dan Jalan Soekarno-Hatta. Sedangkan, satu dealer lainnya ada di Sukabumi.
Untuk pembangunan empat dealer itu, lanjut Eko, pihaknya menyiapkan dana investasi besar. Menurut dia, setiap satu unit dealer nilai investasinya dapat mencapai Rp50 miliar, sehingga total investasi untuk empat dealer baru diperkirakan mencapai Rp200 miliar.
Diakui dia, penambahan jaringan bertujuan meningkatkan market share Honda di Jabar. "Kami memproyeksikan pangsa pasar Honda tumbuh menjadi 9 persen di 2013, setelah pada 2012 diharapkan mencapai 8 persen. Harapannya, penambahan jaringan itu menjadi langkah kami untuk merealisasikan proyeksi tersebut," paparnya.
Ketika disinggung pembangunan pabrik Honda di Jabar, Eko mengakui, ada rencana ke arah sana. Upaya tersebut untuk menghindari kerugian sebegaimana pernah terjadi pada banjir Thailand. Sebenarnya, ungkap Eko, saat ini, pihaknya mengoperasikan pabrik di Karawang.
Pabrik tersebut untuk produksi perakitan. Namun, untuk produksi komponen, belum seluruhnya dilakukan di Indonesia. Honda masih melakukan ekspor impor komponen dengan negara lain, seperti Thailand dan Jepang.
"Ada beberapa komponen yang kita ekspor. Tapi ada juga komponen lainnya yang masih mengandalkan dari negara lain," pungkas dia.
Ditemui di tempat yang sama, Area Service Manager HBC Raindhard Ondang mengakui, rencana ekspansi pasar di wilayah Jabar juga sejalan dengan pertumbuhan market Honda di tatar Parahyangan ini. Tuntutan mendirikan dealer terutama untuk memenuhi kebutuhan suku cadang dan bengkel mesti dilakukan dengan meningkatnya pengguna mobil Honda.
"Pemakai Honda meningkat, otomatis kami pun harus memberikan service yang memadai," pungkas dia. Saat ini, pihaknya juga terus melakukan persiapan sumber daya manusia (SDM) untuk ditempatkan di empat dealer itu, seperti mekanik, marketing, dan lainnya.
Untuk mekanik, lanjut dia, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan SMK 8 Bandung. Lulusan sekolah tersebut diharapkan bisa terserap oleh Honda.
(rna)
Lihat Juga :