Timur Tengah memanas, harga minyak mentah naik
Senin, 19 November 2012 - 09:54 WIB
Timur Tengah memanas, harga minyak mentah naik
A
A
A
Sindonews.com - Harga minyak mentah naik pada akhir pekan lalu akibat kekhawatiran mengenai pasokan di tengah kekerasan baru di Timur Tengah.
Harga minyak mentah light sweet untuk pengiriman Desember naik USD1,22 menjadi USD86,67 per barel di perdagangan New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, minyak brent north sea dalam perdagangan London untuk kontrak Januari ditutup pada USD108,95 per barel atau naik sebesar USD94 sen di Intercontinental Exchange.
Kenaikan harga minyak mentah pada Jumat (16/11) tersebut merupakan kebalikan dari perdagangan sehari sebelumnya, di mana harga emas hitam tersebut turun akibat ketidakpastian mengenai pertumbuhan ekonomi global.
John Kilduff, pialang Again Capital, mengatakan bahwa mengingat ketegangan situasi di Timur tengah, para trader tidak ingin terjebak sebelum akhir pekan tanpa pesanan yang cukup untuk minyak jika situasi di wilayah tersebut memburuk.
Seperti diketahui, tentara Israel terus memberikan serangan udara di Gaza serta memblokade jalan raya utama ke wilayah Palestina pekan lalu. Sebelumnya, ketegangan dimulai pada Rabu (14/11) pekan lalu, ketika Israel membunuh kepala militer Hamas, Ahmed Jaabari, dalam serangan udara di Gaza.
Presiden Lipow Oil Associates Andy Lipow mengungkapkan, situasi Arab Saudi dan Israel juga menambah ketegangan di wilayah Timur tengah, disertai protes-protes yang digelar di Yordania dan memburuknya ketegangan Barat dengan Iran.
“Akan tetapi, ledakan dan kebakaran pada platform minyak di Teluk Meksiko di mana sembilan pekerja terluka, tidak memengaruhi harga minyak mentah,” imbuh dia dalam pernyataan resmi dilansir AFP akhir pekan lalu.
Namun, sementara ketegangan di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga, ketidakpastian ekonomi AS dan Eropa sebaliknya masih terus berfungsi sebagai rem yang mengekang pergerakan naik harga minyak mentah.
Harga minyak mentah light sweet untuk pengiriman Desember naik USD1,22 menjadi USD86,67 per barel di perdagangan New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, minyak brent north sea dalam perdagangan London untuk kontrak Januari ditutup pada USD108,95 per barel atau naik sebesar USD94 sen di Intercontinental Exchange.
Kenaikan harga minyak mentah pada Jumat (16/11) tersebut merupakan kebalikan dari perdagangan sehari sebelumnya, di mana harga emas hitam tersebut turun akibat ketidakpastian mengenai pertumbuhan ekonomi global.
John Kilduff, pialang Again Capital, mengatakan bahwa mengingat ketegangan situasi di Timur tengah, para trader tidak ingin terjebak sebelum akhir pekan tanpa pesanan yang cukup untuk minyak jika situasi di wilayah tersebut memburuk.
Seperti diketahui, tentara Israel terus memberikan serangan udara di Gaza serta memblokade jalan raya utama ke wilayah Palestina pekan lalu. Sebelumnya, ketegangan dimulai pada Rabu (14/11) pekan lalu, ketika Israel membunuh kepala militer Hamas, Ahmed Jaabari, dalam serangan udara di Gaza.
Presiden Lipow Oil Associates Andy Lipow mengungkapkan, situasi Arab Saudi dan Israel juga menambah ketegangan di wilayah Timur tengah, disertai protes-protes yang digelar di Yordania dan memburuknya ketegangan Barat dengan Iran.
“Akan tetapi, ledakan dan kebakaran pada platform minyak di Teluk Meksiko di mana sembilan pekerja terluka, tidak memengaruhi harga minyak mentah,” imbuh dia dalam pernyataan resmi dilansir AFP akhir pekan lalu.
Namun, sementara ketegangan di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga, ketidakpastian ekonomi AS dan Eropa sebaliknya masih terus berfungsi sebagai rem yang mengekang pergerakan naik harga minyak mentah.
(gpr)
Lihat Juga :