Branding 101
Rabu, 21 November 2012 - 12:34 WIB
Branding 101
A
A
A
SERING kali saya dihadapkan pada sebuah pertanyaan sulit setelah saya menjelaskan bahwa pekerjaan saya sebagai brand designer. Apa yang dimaksud dengan branding? Apakah itu advertising, ataukah itu marketing?
Definisi branding: seorang konsumen memutuskan untuk memilih sebuah produk atau jasa berdasarkan beberapa faktor. Branding adalah perpaduan antara hubungan konsumen, cerita, pemahaman, kepercayaan dan persepsi mengenai sebuah produk atau jasa.
Seberapa besarkah value brand Anda? Sebuah brand yang memiliki value, dapat membuat konsumen bersedia untuk membayar ekstra, direkomendasikan kepada orang-orang lain,dan dapat juga menjadi pilihan utama di antara puluhan pilihan yang tersedia.
Brandkonsistensi: menurut Martin Lindstorm dalam bukunya, Brand Sense, konsistensi dapat membangun kepercayaan, kepercayaan menjadikannya sebagai sejarah, sejarah membentuk tradisi, dan akhirnya tradisi berubah menjadi ritual.
Seperti sebuah identitas, sebuah brand perlu menyampaikan sebuah pesan yang singkat dan jelas secara konsisten. Sebuah logo, tagline,gambar,kemasan ataupun iklan hanyalah sebagian fundamental guna melewati batu loncatan lain. Bagaimana sebuah produk atau jasa melakukan branding kepada diri mereka, akan tecermin dari pendapat dan persepsi dari konsumen akan produk dan jasa tersebut.
Tetap jelas dan gampang diingat dalam mententukan bisnis yang dijalankan adalah kunci utama dalam menetapkan brand konsistensi.
Brand icon: Berapakah ratarata harga jual sebuah kaos putih, berapa pula harga sebuah kaos putih yang menggunakan logo Nike? Berbagai brandyang sudah dikenal secara global seperti Apple, Starbucks, Virgin, dan Unilever membuat kita bertanya-tanya bagaimana mereka dapat menjadi besar seperti saat ini. Branding bahkan juga dapat ditemukan dalam kampanye politik seperti pada Obama atau selebritas seperti Lady Gaga.
Apakah kesamaan yang dimiliki oleh banyak brand besar tersebut? Mereka adalah brand orisinal dan tidak dapat tergantikan. Mitos seputar brand: masyarakat sering percaya bahwa brand besar terbentuk secara ajaib dari strategi marketing dan advertising yang pintar.
Apabila melihat sebuah iklan televisi terbaru mengenai iPhone, mungkin beberapa orang menganggap ia sebagai bukti keahlian marketing yang menjual dengan sukses.
Atau mungkin juga mereka hanya melihat iPhone sebagai telepon genggam biasa, dan daya tarikan dalam iklan tersebut hanyalah rekayasa. Jadi kita boleh saja untuk tidak setuju mengenai ide akan branding, atau boleh juga menerima hal tersebut untuk menjual brand Anda.
Banyak studi kasus mengenai brand baru ataupun rebranding mengetengahkan kasus mengenai hal-hal dalam mengambil risiko untuk membedakan mereka dari para kompetitornya.
Beberapa brand banyak yang sukses dan mendapatkan eksposur secara global, akan tetapi banyak juga yang gagal dalam menyampaikan brand promise mereka. Saat ini, banyak produk dan jasa dapat ditiru oleh sebuah bisnis baru. Akan tetapi, sebuah brand yang sebenarnya tercipta oleh hati, jiwa dan pikiran.
DANIEL SURYA
Chairman & President South East Asia
&
SHIERLY DEWI
Brand Designer DM IDHOLLAND
Definisi branding: seorang konsumen memutuskan untuk memilih sebuah produk atau jasa berdasarkan beberapa faktor. Branding adalah perpaduan antara hubungan konsumen, cerita, pemahaman, kepercayaan dan persepsi mengenai sebuah produk atau jasa.
Seberapa besarkah value brand Anda? Sebuah brand yang memiliki value, dapat membuat konsumen bersedia untuk membayar ekstra, direkomendasikan kepada orang-orang lain,dan dapat juga menjadi pilihan utama di antara puluhan pilihan yang tersedia.
Brandkonsistensi: menurut Martin Lindstorm dalam bukunya, Brand Sense, konsistensi dapat membangun kepercayaan, kepercayaan menjadikannya sebagai sejarah, sejarah membentuk tradisi, dan akhirnya tradisi berubah menjadi ritual.
Seperti sebuah identitas, sebuah brand perlu menyampaikan sebuah pesan yang singkat dan jelas secara konsisten. Sebuah logo, tagline,gambar,kemasan ataupun iklan hanyalah sebagian fundamental guna melewati batu loncatan lain. Bagaimana sebuah produk atau jasa melakukan branding kepada diri mereka, akan tecermin dari pendapat dan persepsi dari konsumen akan produk dan jasa tersebut.
Tetap jelas dan gampang diingat dalam mententukan bisnis yang dijalankan adalah kunci utama dalam menetapkan brand konsistensi.
Brand icon: Berapakah ratarata harga jual sebuah kaos putih, berapa pula harga sebuah kaos putih yang menggunakan logo Nike? Berbagai brandyang sudah dikenal secara global seperti Apple, Starbucks, Virgin, dan Unilever membuat kita bertanya-tanya bagaimana mereka dapat menjadi besar seperti saat ini. Branding bahkan juga dapat ditemukan dalam kampanye politik seperti pada Obama atau selebritas seperti Lady Gaga.
Apakah kesamaan yang dimiliki oleh banyak brand besar tersebut? Mereka adalah brand orisinal dan tidak dapat tergantikan. Mitos seputar brand: masyarakat sering percaya bahwa brand besar terbentuk secara ajaib dari strategi marketing dan advertising yang pintar.
Apabila melihat sebuah iklan televisi terbaru mengenai iPhone, mungkin beberapa orang menganggap ia sebagai bukti keahlian marketing yang menjual dengan sukses.
Atau mungkin juga mereka hanya melihat iPhone sebagai telepon genggam biasa, dan daya tarikan dalam iklan tersebut hanyalah rekayasa. Jadi kita boleh saja untuk tidak setuju mengenai ide akan branding, atau boleh juga menerima hal tersebut untuk menjual brand Anda.
Banyak studi kasus mengenai brand baru ataupun rebranding mengetengahkan kasus mengenai hal-hal dalam mengambil risiko untuk membedakan mereka dari para kompetitornya.
Beberapa brand banyak yang sukses dan mendapatkan eksposur secara global, akan tetapi banyak juga yang gagal dalam menyampaikan brand promise mereka. Saat ini, banyak produk dan jasa dapat ditiru oleh sebuah bisnis baru. Akan tetapi, sebuah brand yang sebenarnya tercipta oleh hati, jiwa dan pikiran.
DANIEL SURYA
Chairman & President South East Asia
&
SHIERLY DEWI
Brand Designer DM IDHOLLAND
(gpr)
Lihat Juga :