Pemerasan BUMN karena lemahnya manajemen
Rabu, 21 November 2012 - 14:36 WIB
Pemerasan BUMN karena lemahnya manajemen
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo menilai, adanya pemerasan di perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) disebabkan lemahnya manajemen perusahaan pelat merah tersebut. Manajemen, yang dimaksud adalah nilai integritas dan profesional, baik dari direksi maupun komisaris.
"Saya lihatnya kata kunci awal di manajemennya. Jadi, direksi dan komisarisnya harus dicari yang integritasnya baik dan profesional," ujar Agus kepada wartawan di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Mantan Direktur Utama Bank Mandiri tersebut menjelaskan, integritas dan profesionalitas itu akan berujung pada sebuah ketegasan atau tepatnya menolak untuk diperas.
"Ciri profesional dia punya kompetensi yang baik dan mampu mengatakan tidak, jika diminta melakukan pelanggaran," jelasnya.
Kemudian, lanjut Agus, perusahaan tersebut juga harus menerapkan sistem tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG). Sistem inilah yang nantinya dapat menginventarisir kesalahan.
"Setelah itu, baru dibikin implementasi sistem GCG dan diawasi. Jadi, saya lihat, kita mempunyai sistem memilih orang dan menerapkan kehati-hatian dibanding mereka akan tertangkap karena melakukan tindakan tidak terpuji," pungkasnya.
"Saya lihatnya kata kunci awal di manajemennya. Jadi, direksi dan komisarisnya harus dicari yang integritasnya baik dan profesional," ujar Agus kepada wartawan di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Mantan Direktur Utama Bank Mandiri tersebut menjelaskan, integritas dan profesionalitas itu akan berujung pada sebuah ketegasan atau tepatnya menolak untuk diperas.
"Ciri profesional dia punya kompetensi yang baik dan mampu mengatakan tidak, jika diminta melakukan pelanggaran," jelasnya.
Kemudian, lanjut Agus, perusahaan tersebut juga harus menerapkan sistem tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG). Sistem inilah yang nantinya dapat menginventarisir kesalahan.
"Setelah itu, baru dibikin implementasi sistem GCG dan diawasi. Jadi, saya lihat, kita mempunyai sistem memilih orang dan menerapkan kehati-hatian dibanding mereka akan tertangkap karena melakukan tindakan tidak terpuji," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :