UMR naik, kemungkinan tidak diikuti harga barang
Rabu, 21 November 2012 - 15:56 WIB
UMR naik, kemungkinan tidak diikuti harga barang
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Ekonom Bank Mandiri Destri Damayanti menyatakan, tidak akan ada kenaikan harga pasca naiknya upah minimum regional (UMR) di beberapa kota di Indonesia, sehingga meminimalisir kemungkinan terjadinya inflasi.
"Cuma saya juga melihat, mungkin saja tidak ada kenaikan harga drastis karena pengusaha itu kan pintar," ujar Destri di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Menurut dia, dengan kenaikan UMR tersebut, pengusaha bisa menyiasatinya dengan melakukan efisiensi dari sisi produksi. "Bisa bikin bungkusannya dikurangi, besarannya dikecilin, harga mungkin tetap. Itu cara mengatasinya," jelasnya.
Destri menegaskan, kenaikan UMR pad atahun depan, intinya tidak akan kembali terjadi demonstrasi buruh yang terus bergulir lantaran tuntutannya sudah dipenuhi. Pasalnya, aksi demo akan memberi dampak lebih berbahaya terhadap inflasi, lantaran perusahaan bisa berhenti berproduksi.
"Asal naik, tapi tidak menimbulkan kerusuhan, bisa dihitung sebagai cost. Yang jadi masalah, kalau demo nggak ada habis-habisnya, akhirnya produksi harus stop. Kalau produksi stop, pengusaha gede sekali lost-nya," pungkasnya.
"Cuma saya juga melihat, mungkin saja tidak ada kenaikan harga drastis karena pengusaha itu kan pintar," ujar Destri di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Menurut dia, dengan kenaikan UMR tersebut, pengusaha bisa menyiasatinya dengan melakukan efisiensi dari sisi produksi. "Bisa bikin bungkusannya dikurangi, besarannya dikecilin, harga mungkin tetap. Itu cara mengatasinya," jelasnya.
Destri menegaskan, kenaikan UMR pad atahun depan, intinya tidak akan kembali terjadi demonstrasi buruh yang terus bergulir lantaran tuntutannya sudah dipenuhi. Pasalnya, aksi demo akan memberi dampak lebih berbahaya terhadap inflasi, lantaran perusahaan bisa berhenti berproduksi.
"Asal naik, tapi tidak menimbulkan kerusuhan, bisa dihitung sebagai cost. Yang jadi masalah, kalau demo nggak ada habis-habisnya, akhirnya produksi harus stop. Kalau produksi stop, pengusaha gede sekali lost-nya," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :