Pembentukan pasar tunggal perlu ditunjau ulang

Rabu, 21 November 2012 - 15:57 WIB
Pembentukan pasar tunggal...
Pembentukan pasar tunggal perlu ditunjau ulang
A A A
Sindonews.com - Pemerintah RI dirasa perlu meninjau ulang rencana pembentukan pasar tunggal ASEAN+6 sebagai blok perdagangan terbesar di dunia.

Rencana pembentukan pasar tunggal ASEAN+6 itu sendiri merupakan hasil pertemuan ASEAN Summit di Phnom Penh, Kamboja pada 18-19 November 2012 lalu.

Hal ini diungkapkan oleh Rektor UGM Prof Dr Pratikno dalam pidato Wisuda Program Dilpoma UGM di Grha Sabha Pramana, Rabu (21/11/2012).

Menurutnya, pembentukan zona perdagangan ASEAN ditambah enam negara mitra, yakni Australia, China, India, Jepang, Selandia Baru dan Korea Selatan berdampak makin leluasanya arus komoditas barang dan jasa masuk ke Indonesia.

“Kita akan memasuki zona berbahaya yakni banjirnya tenaga kerja asing. Karena itulah pemerintah RI perlu menimbang dan mengukur kembali tentang kesiapan tenaga kerja Indonesia dalam kemampuan daya saing di bidang teknis, komunikasi dan manajerial apabila arus perdagangan jasa ASEAN+6 disepakati,” ujar Pratikno.

Diungkapkan Pratikno, dari enam negara mitra yang tergabung dalam ASEAN+6, India menjadi negara yang paling ‘ngotot’ agar ASEAN membuka diri tidak hanya untuk perdagangan barang, namun juga perdagangan jasa. Dalam hal ini, ia sangat khawatir karena India sangat mampu bersaing di jajaran global.

“Persaingan teknologi informasi di Amerika pun sangat didorong oleh perkembangan teknologi informasi yang ada di India. Tidak hanya itu, kemampuan SDM India juga tampak dengan beberapa fakta seperti beberapa lembaga pendidikan di Amerika saat ini lebih banyak diisi peneliti handal dan dosen dari India,” ungkapnya.

Namun demikian, Pratikno berharap peluang sekaligus tantangan dengan makin terbukanya arus perdagangan dan jasa tersebut mampu ditangkap oleh tenaga kerja terampil dari Indonesia, terutama para ahli madya.

Hal tersebut tentu juga dapat berdampak pada makin meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan investasi Indonesia yang diikuti pesatnya pembangunan manufaktur.

“Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang baik. Saat ini Indonesia menempati posisi 15 besar di dunia dan diperkirakan akan masuk jajaran 10 besar di tahun 2030 mendatang,” katanya.

Peluang ekonomi yang cukup besar tersebut, menurut Pratikno tidak serta merta dengan mudah diraih. Banyak tantangan yang dihadapi oleh tenaga kerja dari Indonesia. Aset ekonomi yang besar saat ini di Indonesia justru lebih banyak didominasi oleh kekuatan dan perusahaan asing, dimana kepemimpinan dan manajemen diisi oleh tenaga terampil dari luar.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Strategi Pemulihan...
5 Strategi Pemulihan Ekonomi ASEAN dari Dampak Covid-19
Ekonomi Asia Mulai Bangkit,...
Ekonomi Asia Mulai Bangkit, Bagaimana dengan Indonesia?
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
China Conference: Southeast...
China Conference: Southeast Asia 2026 Perkuat Peran Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Regional
IMF: Jika Ekonomi Global...
IMF: Jika Ekonomi Global Terbelah, Asia Jadi Pecundang Terbesar
Tarif Trump Pukul Ekonomi...
Tarif Trump Pukul Ekonomi Asia, Siapa Paling Parah?
Berita Terkini
BRI Hadirkan KKB Expo...
BRI Hadirkan KKB Expo Serentak di 131 Titik, Tawarkan Berbagai Promo Spesial untuk Masyarakat
3 menit yang lalu
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
31 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
50 menit yang lalu
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Hybrid Tawarkan Gaya Kalcer, Konsumsi BBM Diklaim Capai 60 Km per Liter
58 menit yang lalu
Produktivitas Kebun...
Produktivitas Kebun Sawit Sitaan Negara Menurun, Muncul Desakan Audit Total
59 menit yang lalu
Danantara Resmi Gabung...
Danantara Resmi Gabung ke Forum Sovereign Wealth Fund Dunia, Ini Manfaatnya
1 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved