Angka kemiskinan Jatim cuma turun 1% per tahun
Rabu, 21 November 2012 - 18:35 WIB
Angka kemiskinan Jatim cuma turun 1% per tahun
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyatakan angka kemiskinan Indonesia di Jawa Timur turun sekira satu persen. Dalam tiga tahun ini telah terjadi penurunan angka kemiskinan hingga 3,28 persen.
"Dalam teori pembangunan angka penurunan satu persen ini cukup baik dan pada 2014 mendatang tinggal 11 persen," kata Soekarwo, di sela-sela penyerahan Pro Poor Award 2012 kepada kabupaten/kota se-Jawa Timur, di Surabaya, Rabu (21/11/2012).
Soekarwo menyebut, belajar dari negara di China, pertumbuhan ekonomi yang mencapai 12 persen ini tidak mampu menekan angka kemiskinan di negara tersebut. Di China, penduduknya mencapai 1,4 miliar penduduk ternyata warga miskinnya masih mencapai 157 juta. Artinya ada 12 persen dari total jumlah penduduk.
Berkaca dari kondisi ini, Pemprov Jatim memberikan konsep bagaimana warga miskin ini dilibatkan untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan. Bantuan terhadap warga miskin tidak harus langsung berupa dana.
"Terhadap warga miskin harus ada intervensi program sehingga pengurangan program kemiskinan dapat berhasil," jelasnya.
Kondisi masyarakat Jawa Timur dengan pendidikan yang minim sehingga ada kendala unskill sehingga solusinya adalah memberdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di masyarakat.
"Memberdayakan UMKM ini terbukti efektif untuk menekan angka kemiskinan dari very poor menjadi poor. Contoh kecilnya dari meraka yang tidak bisa makan dalam sehari akhirnya bisa makan tiga kali sehari," katanya.
Mantan Sekdaprov Jatim itu juga mengungkapkan, kemiskinan tidak bisa dipahami sebatas ketidakmampuan ekonomi memenuhi kebutuhan fisik. Namun, lebih dipengaruhi oleh kegagalan pemenuhan hak-hak dasar dan perbedaan perlakukan sekelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat.
"Sehingga dengan adanya 'Pro Poor Award' ini, diharapkan pemerintah daerah melibatkan orang miskin dalam merumuskan kebijakan. Dengan begitu maka program kebijakan akan lebih prorakyat dan tepat sasaran," tukasnya.
Dalam Poor Award 2012 oleh Pemprov Jatim ini, ada tiga seperti Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya dan Kabupaten Banyuwangi yang memperoleh penghargaan.
Rincinya, tiga daerah tersebut, masing-masing mendapatkan bantuan dan perlindungan sosial seperti Kabupaten Sidoarjo, Bidang Pemberdayaan Masyarakat diterima Kota Surabaya dan Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil yang diterima oleh Kabupaten Banyuwangi.
"Dalam teori pembangunan angka penurunan satu persen ini cukup baik dan pada 2014 mendatang tinggal 11 persen," kata Soekarwo, di sela-sela penyerahan Pro Poor Award 2012 kepada kabupaten/kota se-Jawa Timur, di Surabaya, Rabu (21/11/2012).
Soekarwo menyebut, belajar dari negara di China, pertumbuhan ekonomi yang mencapai 12 persen ini tidak mampu menekan angka kemiskinan di negara tersebut. Di China, penduduknya mencapai 1,4 miliar penduduk ternyata warga miskinnya masih mencapai 157 juta. Artinya ada 12 persen dari total jumlah penduduk.
Berkaca dari kondisi ini, Pemprov Jatim memberikan konsep bagaimana warga miskin ini dilibatkan untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan. Bantuan terhadap warga miskin tidak harus langsung berupa dana.
"Terhadap warga miskin harus ada intervensi program sehingga pengurangan program kemiskinan dapat berhasil," jelasnya.
Kondisi masyarakat Jawa Timur dengan pendidikan yang minim sehingga ada kendala unskill sehingga solusinya adalah memberdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di masyarakat.
"Memberdayakan UMKM ini terbukti efektif untuk menekan angka kemiskinan dari very poor menjadi poor. Contoh kecilnya dari meraka yang tidak bisa makan dalam sehari akhirnya bisa makan tiga kali sehari," katanya.
Mantan Sekdaprov Jatim itu juga mengungkapkan, kemiskinan tidak bisa dipahami sebatas ketidakmampuan ekonomi memenuhi kebutuhan fisik. Namun, lebih dipengaruhi oleh kegagalan pemenuhan hak-hak dasar dan perbedaan perlakukan sekelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat.
"Sehingga dengan adanya 'Pro Poor Award' ini, diharapkan pemerintah daerah melibatkan orang miskin dalam merumuskan kebijakan. Dengan begitu maka program kebijakan akan lebih prorakyat dan tepat sasaran," tukasnya.
Dalam Poor Award 2012 oleh Pemprov Jatim ini, ada tiga seperti Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya dan Kabupaten Banyuwangi yang memperoleh penghargaan.
Rincinya, tiga daerah tersebut, masing-masing mendapatkan bantuan dan perlindungan sosial seperti Kabupaten Sidoarjo, Bidang Pemberdayaan Masyarakat diterima Kota Surabaya dan Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil yang diterima oleh Kabupaten Banyuwangi.
(gpr)
Lihat Juga :