Developer asing bidik investor Indonesia
Rabu, 21 November 2012 - 19:30 WIB
Developer asing bidik investor Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Developer asing asal New Zealand, yakni My Land Partners dan Globe Holdings LTD membidik Indonesia sebagai pangsa pasar atas proyek Kingfisher, yaitu kavling hunian resor. Walaupun Indonesia merupakan target pasar, yang baru selain Singapura dan Malaysia, namun lebih dari 25 persen investor domestik yang berminat pada proyek Kavling di Selandia Baru.
Direktur Myland Partners, Farhad Moinfar optimistis akan mendapatkan pembeli melebihi jumlah target mereka. Pihaknya menilai target awal untuk mendapatkan pembeli di Indonesia mencapai 4 juta dolar New Zealand atau sekitar Rp31,2 miliar.
“Kami telah meningkatkan target kami dari yang awal sekitar 4 juta dolar New Zealand menjadi sekitar 6-7 juta dolar New Zealand,” ujar Farhad, Rabu (21/11/2012).
Pihaknya optimistis dengan perkembangan dan kuatnya minat investor Indonesia terhadap pasar real estate di Selandia Baru. Hal tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin kuat serta meningkatnya keinginan investor Indonesia untuk berinvestasi ke luar negeri.
Farhad juga menambahkan bahwa Jakarta merupakan target pasar properti yang sangat bagus dan prospek untuk menarik investor juga sangat kuat. “Jakarta merupakan target market yang sangat bagus dan memiliki prospek yang sangat kuat,” tambahnya.
Berbeda dengan developer asing lainnya, developer asal Selandia Baru ini sebelum investor melakukan keputusan pembelian, pihaknya menawarkan untuk fasilitas kunjungan. Hal tersebut menurut Farhad memperlihatkan properti atupun produk yang akan diinvestasikan oleh investor merupakan investasi yang bagus.
Pada bulan November ini, pasar properti di Selandia Baru juga mengalami peningkatan harga sampai dengan 12 persen di tahun 2012. Saat ini, investor asal Indonesia yang tertarik pada proyek Kingfisher di Selandia Baru mencapai sepertiga dari target keseluruhan developer. Oleh karena itu menurutnya, peluang untuk menarik investor asal Indonesia masih sangat terbuka lebar.
Direktur Myland Partners, Farhad Moinfar optimistis akan mendapatkan pembeli melebihi jumlah target mereka. Pihaknya menilai target awal untuk mendapatkan pembeli di Indonesia mencapai 4 juta dolar New Zealand atau sekitar Rp31,2 miliar.
“Kami telah meningkatkan target kami dari yang awal sekitar 4 juta dolar New Zealand menjadi sekitar 6-7 juta dolar New Zealand,” ujar Farhad, Rabu (21/11/2012).
Pihaknya optimistis dengan perkembangan dan kuatnya minat investor Indonesia terhadap pasar real estate di Selandia Baru. Hal tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin kuat serta meningkatnya keinginan investor Indonesia untuk berinvestasi ke luar negeri.
Farhad juga menambahkan bahwa Jakarta merupakan target pasar properti yang sangat bagus dan prospek untuk menarik investor juga sangat kuat. “Jakarta merupakan target market yang sangat bagus dan memiliki prospek yang sangat kuat,” tambahnya.
Berbeda dengan developer asing lainnya, developer asal Selandia Baru ini sebelum investor melakukan keputusan pembelian, pihaknya menawarkan untuk fasilitas kunjungan. Hal tersebut menurut Farhad memperlihatkan properti atupun produk yang akan diinvestasikan oleh investor merupakan investasi yang bagus.
Pada bulan November ini, pasar properti di Selandia Baru juga mengalami peningkatan harga sampai dengan 12 persen di tahun 2012. Saat ini, investor asal Indonesia yang tertarik pada proyek Kingfisher di Selandia Baru mencapai sepertiga dari target keseluruhan developer. Oleh karena itu menurutnya, peluang untuk menarik investor asal Indonesia masih sangat terbuka lebar.
(rna)