Beli tol Bakrie, MNC gandeng mitra strategis
Kamis, 22 November 2012 - 09:38 WIB
Beli tol Bakrie, MNC gandeng mitra strategis
A
A
A
Sindonews.com - MNC Group melalui anak usahanya, PT MNC Infrastruktur Utama, berencana mengakuisisi empat ruas tol milik grup Bakrie. Saat ini kedua belah pihak masih melakukan negosiasi mengenai rencana tersebut. Diharapkan, akuisisi bisa dilakukan dalam waktu dekat.
Direktur PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) Darma Putra mengatakan, perseroan melalui salah satu anak perusahaannya yang bekerja sama dengan pihak ketiga sedang dalam tahap negosiasi untuk mengakuisisi kepemilikan atas ruas tol milik PT Bakrie Toll Road.
”Apabila rencana tersebut telah terealisasi ,kami akan laporkan secara tertulis kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI),” ujarnya dalam keterbukaan informasi di BEI, kemarin.
Direktur Utama PT MNC Infrastruktur Utama Syafril Nasution menambahkan, MNC Group akan menggandeng mitra lokal untuk mengakuisisi beberapa ruas tol milik Grup Bakrie.
Ruas tol tersebut adalah Ciawi-Sukabumi, Kanci- Pejagan, Pejagan-Pemalang, serta Probolinggo-Pasuruan. Konsep kerja sama dengan mitra lokal adalah bersama-sama membangun ruas tol yang pengembangannya masih mangkrak. “Setelah itu, bersamasama menjalankan operasional jalan tol tersebut,” ujarnya.
Sementara, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Gazaly mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapat laporan mengenai kepastian divestasi proyek tol milik grup Bakrie kepada MNC Group.
Menurut dia, langkah divestasitersebut merupakanaksi business to business yang biasa dilakukan dalam sebuah proyek. Dia mengatakan, divestasi tersebut tidak akan mengalami kendala selama kegiatan rencana pembangunan, dan pengelolaannya bisa tetap dilanjutkan.
”Penjualan ini merupakan hak badan usaha, jadi seharusnya memang tidak perlu laporan ke BPJT,” kata Gani dalam pesan singkatnya di Jakarta, kemarin.
Dia juga menjelaskan,yang akan diakuisisi dalam aksi korporasi ini adalah kepemilikan saham perusahaan jalan tol, bukan jalan tolnya secara langsung. ”Kecuali kalau ada perubahan nama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dari ruas tol tersebut, maka harus melaporkan kepada pemerintah dan harus seizin Menteri Pekerjaan Umum (PU),” ujarnya.
Berdasarkan informasi, setidaknya ada enam ruas tol yang digarap PT Bakrie Toll Road. Enam ruas tol itu yakni Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang (Jawa Tengah), Pasuruan-Probolinggo (Jawa Timur), Batang-Semarang (Jawa Tengah), Cimanggis- Cibitung (Jawa Barat), dan Ciawi-Sukabumi (Jawa Barat).
Direktur PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) Darma Putra mengatakan, perseroan melalui salah satu anak perusahaannya yang bekerja sama dengan pihak ketiga sedang dalam tahap negosiasi untuk mengakuisisi kepemilikan atas ruas tol milik PT Bakrie Toll Road.
”Apabila rencana tersebut telah terealisasi ,kami akan laporkan secara tertulis kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI),” ujarnya dalam keterbukaan informasi di BEI, kemarin.
Direktur Utama PT MNC Infrastruktur Utama Syafril Nasution menambahkan, MNC Group akan menggandeng mitra lokal untuk mengakuisisi beberapa ruas tol milik Grup Bakrie.
Ruas tol tersebut adalah Ciawi-Sukabumi, Kanci- Pejagan, Pejagan-Pemalang, serta Probolinggo-Pasuruan. Konsep kerja sama dengan mitra lokal adalah bersama-sama membangun ruas tol yang pengembangannya masih mangkrak. “Setelah itu, bersamasama menjalankan operasional jalan tol tersebut,” ujarnya.
Sementara, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Gazaly mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapat laporan mengenai kepastian divestasi proyek tol milik grup Bakrie kepada MNC Group.
Menurut dia, langkah divestasitersebut merupakanaksi business to business yang biasa dilakukan dalam sebuah proyek. Dia mengatakan, divestasi tersebut tidak akan mengalami kendala selama kegiatan rencana pembangunan, dan pengelolaannya bisa tetap dilanjutkan.
”Penjualan ini merupakan hak badan usaha, jadi seharusnya memang tidak perlu laporan ke BPJT,” kata Gani dalam pesan singkatnya di Jakarta, kemarin.
Dia juga menjelaskan,yang akan diakuisisi dalam aksi korporasi ini adalah kepemilikan saham perusahaan jalan tol, bukan jalan tolnya secara langsung. ”Kecuali kalau ada perubahan nama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dari ruas tol tersebut, maka harus melaporkan kepada pemerintah dan harus seizin Menteri Pekerjaan Umum (PU),” ujarnya.
Berdasarkan informasi, setidaknya ada enam ruas tol yang digarap PT Bakrie Toll Road. Enam ruas tol itu yakni Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang (Jawa Tengah), Pasuruan-Probolinggo (Jawa Timur), Batang-Semarang (Jawa Tengah), Cimanggis- Cibitung (Jawa Barat), dan Ciawi-Sukabumi (Jawa Barat).
(gpr)
Lihat Juga :