Tunggakan pelanggan PLN Disjaya capai Rp395 M
Kamis, 22 November 2012 - 14:55 WIB
Tunggakan pelanggan PLN Disjaya capai Rp395 M
A
A
A
Sindonews.com - PT PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang (PLN Disjaya) mengungkapkan, tunggakan pelanggan PLN Disjaya hingga Oktober 2012 tercatat mencapai Rp395 miliar. Jumlah ini meningkat jauh dibanding tunggakan pelanggan pada 2011 lalu sebesar Rp140 miliar.
"Pendapatan rata-rata PLN tiap bulan Rp2,7 triliun, dari jumlah itu masih ada tunggakan. Sampai dengan Oktober 2012 mencapai 395 miliar. Tahun 2011 lalu sekitar 140 miliar pada periode yang sama," ujar Manager Niaga PLN Disjaya Dwi Kusnanto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Dari tunggakan senilai Rp395 miliar tersebut, terang Dwi, sebanyak Rp244 miliar merupakan tunggakan yang kurang dari 2 bulan (tunggakan lancar), Rp151 miliar sisanya adalah tunggakan yang sudah diatas 2 bulan dan diragukan bisa ditagih (tunggakan ragu-ragu). "Yang lancar Rp244 miliar, ragu-ragu Rp151 miliar," kata dia.
Dwi menambahkan, tunggakan terbesar berasal dari pelanggan umum, yaitu mencapai Rp178 miliar. "Saat ini, kontribusi terbesar hampir 45 persen tunggakan berasal dari golongan umum," jelas dia.
Sisanya adalah tunggakan dari TNI, instansi pemerintahan, dan pemerintah daerah (pemda). Masing-masing sebesar Rp138 miliar, Rp27,65 miliar dan Rp59 miliar. Namun, tunggakan-tunggakan ini telah dijamin penyelesaiannya.
"Golongan II (instansi pemerintahan) 7 persen, golongan III (Pemda) 15 persen dan TNI 35 persen, tapi pasti terselesaikan," sambungnya.
Untuk menekan jumlah tunggakan ini, PLN mulai menertibkan para pelanggan golongan umum dengan melakukan pemutusan hubungan listrik. "Mulai kemarin, kami secara totalitas sudah menerjunkan petugas ke-23 area layanan dari 35 area," pungkas Dwi.
"Pendapatan rata-rata PLN tiap bulan Rp2,7 triliun, dari jumlah itu masih ada tunggakan. Sampai dengan Oktober 2012 mencapai 395 miliar. Tahun 2011 lalu sekitar 140 miliar pada periode yang sama," ujar Manager Niaga PLN Disjaya Dwi Kusnanto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Dari tunggakan senilai Rp395 miliar tersebut, terang Dwi, sebanyak Rp244 miliar merupakan tunggakan yang kurang dari 2 bulan (tunggakan lancar), Rp151 miliar sisanya adalah tunggakan yang sudah diatas 2 bulan dan diragukan bisa ditagih (tunggakan ragu-ragu). "Yang lancar Rp244 miliar, ragu-ragu Rp151 miliar," kata dia.
Dwi menambahkan, tunggakan terbesar berasal dari pelanggan umum, yaitu mencapai Rp178 miliar. "Saat ini, kontribusi terbesar hampir 45 persen tunggakan berasal dari golongan umum," jelas dia.
Sisanya adalah tunggakan dari TNI, instansi pemerintahan, dan pemerintah daerah (pemda). Masing-masing sebesar Rp138 miliar, Rp27,65 miliar dan Rp59 miliar. Namun, tunggakan-tunggakan ini telah dijamin penyelesaiannya.
"Golongan II (instansi pemerintahan) 7 persen, golongan III (Pemda) 15 persen dan TNI 35 persen, tapi pasti terselesaikan," sambungnya.
Untuk menekan jumlah tunggakan ini, PLN mulai menertibkan para pelanggan golongan umum dengan melakukan pemutusan hubungan listrik. "Mulai kemarin, kami secara totalitas sudah menerjunkan petugas ke-23 area layanan dari 35 area," pungkas Dwi.
(rna)
Lihat Juga :