Pencari kerja di Tana Toraja 4.514 orang
Kamis, 22 November 2012 - 16:00 WIB
Pencari kerja di Tana Toraja 4.514 orang
A
A
A
Sindonews.com - Tingkat pengangguran di kabupaten Tana Toraja masih cukup tinggi. Hal itu dikuatkan dengan tingginya warga mencari pekerjaan yang jumlahnya mencapai ribuan orang.
Berdasarkan data dinas sosial, tenaga kerja dan transmigrasi (Dinsosnakertrans), jumlah pencari kerja yang mengurus kartu kuning hingga akhir Oktober 2012 sebanyak 4.514 orang dari berbagai tingkatan pendidikan.
Pencari kerja yang mengantongi ijazah strata satu (S1) menempati urutan teratas dengan jumlah 2.673 orang. Disusul pencari kerja berijazah diploma dua (D2) dan diploma tiga (D3) menempati urutan kedua sebanyak 1.454 orang.
Sementara pencari kerja lulusan sekolah menengah atas (SMA) sebanyak 309 orang, lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) sebanyak 49 orang dan jebolan strata dua (S2) menempati urutan terakhir sebanyak 25 orang.
“Jumlah warga yang mencari pekerjaan di daerah ini masih cukup tinggi. Mereka datang mengurus kartu kuning karena belum memiliki pekerjaan tetap dan ingin mencari pekerjaan,” ujar Kepala Seksi Pemberdayaan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Tana Toraja, Emiliana Sappetau, Kamis (22/11/2012).
Emiliana menjelaskan tingginya angka pencari kerja di Tana Toraja disebabkan jumlah lulusan dari berbagai tingkatan pendidikan setiap tahunnya sangat timpang dengan jumlah ketersediaan lowongan pekerjaan di Tana Toraja.
Selain itu, perusahaan pencari kerja yang selama ini membutuhkan tenaga kerja asal kabupaten Tana Toraja lebih cenderung merekrut pencari kerja jebolan SMA/SMK dibanding lulusan S1 maupun S2.
“Jumlah warga yang mengurus kartu kuning untuk keperluan mencari pekerjaan setiap bulannya, stagnan. Kalaupun ada penambahan jumlah tidak banyak. Begitu pula jika ada pengurangan lantaran ada permintaan tenaga kerjanya juga sedikit,” jelasnya.
Dia mengatakan, salah satu upaya guna menekan angka warga pengangguran di Tana Toraja, Dinsosnakertrans Tana Toraja menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan di Batam yang berminat merekrut tenaga kerja asal Tana Toraja.
Tahun ini, Dinsosnakertrans sudah beberapa kali mengirim tenaga kerja yang dipekerjakan di sejumlah perusahan di Batam. Tenaga kerja yang dikirim merupakan lulusan SMA/SMK. Tenaga kerja yang dikirim sudah melalui seleksi baik fisik maupun mental. Sebelum berangkat, tenaga kerja diberikan pembekalan agar mereka siap bekerja.
Pihaknya pun mendapat permintaan pengiriman tenaga kerja ke beberapa negara seperti Malaysia, Singapura dan Arab Saudi. Akan tetapi, sepanjang tahun 2012, belum ada calon tenaga kerja asal Tana Toraja yang berminat sebagai tenaga kerja di luar negeri melalui Dinsosnakertrans.
“Sepanjang tahun 2012, kami sudah empat kali mengirim tenaga kerja atas permintaan beberapa perusahaan yang berminat mempekerjakan tenaga kerja asal Tana Toraja. Untuk ke luar negeri, belum ada yang berminat,” katanya.
Sementara itu, kepala Dinsosnakertrans Tana Toraja, Hesrim Siama menyatakan sebagai upaya guna melindungi tenaga kerja Tana Toraja yang bekerja di dalam maupun di luar negeri, pihaknya membuat MoU dengan perusahaan penyedia tenaga kerja terkait hak-hak dan keselamatan tenaga kerja selama mereka bekerja.
Pihaknya juga melakukan pemantauan secara berkala ke perusahaan tempat tenaga kerja asal Tana Toraja bekerja. “Kami tidak asal menerima tawaran perusahaan yang berminat merekrut tenaga kerja di daerah ini. Perusahaan diwajibkan menandatangani MoU yang menjamin hak dan kewajiban serta keselamatan tenaga kerja,” katanya.
Berdasarkan data dinas sosial, tenaga kerja dan transmigrasi (Dinsosnakertrans), jumlah pencari kerja yang mengurus kartu kuning hingga akhir Oktober 2012 sebanyak 4.514 orang dari berbagai tingkatan pendidikan.
Pencari kerja yang mengantongi ijazah strata satu (S1) menempati urutan teratas dengan jumlah 2.673 orang. Disusul pencari kerja berijazah diploma dua (D2) dan diploma tiga (D3) menempati urutan kedua sebanyak 1.454 orang.
Sementara pencari kerja lulusan sekolah menengah atas (SMA) sebanyak 309 orang, lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) sebanyak 49 orang dan jebolan strata dua (S2) menempati urutan terakhir sebanyak 25 orang.
“Jumlah warga yang mencari pekerjaan di daerah ini masih cukup tinggi. Mereka datang mengurus kartu kuning karena belum memiliki pekerjaan tetap dan ingin mencari pekerjaan,” ujar Kepala Seksi Pemberdayaan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Tana Toraja, Emiliana Sappetau, Kamis (22/11/2012).
Emiliana menjelaskan tingginya angka pencari kerja di Tana Toraja disebabkan jumlah lulusan dari berbagai tingkatan pendidikan setiap tahunnya sangat timpang dengan jumlah ketersediaan lowongan pekerjaan di Tana Toraja.
Selain itu, perusahaan pencari kerja yang selama ini membutuhkan tenaga kerja asal kabupaten Tana Toraja lebih cenderung merekrut pencari kerja jebolan SMA/SMK dibanding lulusan S1 maupun S2.
“Jumlah warga yang mengurus kartu kuning untuk keperluan mencari pekerjaan setiap bulannya, stagnan. Kalaupun ada penambahan jumlah tidak banyak. Begitu pula jika ada pengurangan lantaran ada permintaan tenaga kerjanya juga sedikit,” jelasnya.
Dia mengatakan, salah satu upaya guna menekan angka warga pengangguran di Tana Toraja, Dinsosnakertrans Tana Toraja menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan di Batam yang berminat merekrut tenaga kerja asal Tana Toraja.
Tahun ini, Dinsosnakertrans sudah beberapa kali mengirim tenaga kerja yang dipekerjakan di sejumlah perusahan di Batam. Tenaga kerja yang dikirim merupakan lulusan SMA/SMK. Tenaga kerja yang dikirim sudah melalui seleksi baik fisik maupun mental. Sebelum berangkat, tenaga kerja diberikan pembekalan agar mereka siap bekerja.
Pihaknya pun mendapat permintaan pengiriman tenaga kerja ke beberapa negara seperti Malaysia, Singapura dan Arab Saudi. Akan tetapi, sepanjang tahun 2012, belum ada calon tenaga kerja asal Tana Toraja yang berminat sebagai tenaga kerja di luar negeri melalui Dinsosnakertrans.
“Sepanjang tahun 2012, kami sudah empat kali mengirim tenaga kerja atas permintaan beberapa perusahaan yang berminat mempekerjakan tenaga kerja asal Tana Toraja. Untuk ke luar negeri, belum ada yang berminat,” katanya.
Sementara itu, kepala Dinsosnakertrans Tana Toraja, Hesrim Siama menyatakan sebagai upaya guna melindungi tenaga kerja Tana Toraja yang bekerja di dalam maupun di luar negeri, pihaknya membuat MoU dengan perusahaan penyedia tenaga kerja terkait hak-hak dan keselamatan tenaga kerja selama mereka bekerja.
Pihaknya juga melakukan pemantauan secara berkala ke perusahaan tempat tenaga kerja asal Tana Toraja bekerja. “Kami tidak asal menerima tawaran perusahaan yang berminat merekrut tenaga kerja di daerah ini. Perusahaan diwajibkan menandatangani MoU yang menjamin hak dan kewajiban serta keselamatan tenaga kerja,” katanya.
(gpr)
Lihat Juga :