2013, Waskita targetkan kontrak baru Rp14 T
Kamis, 22 November 2012 - 16:36 WIB
2013, Waskita targetkan kontrak baru Rp14 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Waskita Karya (persero) memproyeksikan adanya peningkatan nilai kontrak baru sebesar Rp14 triliun pada tahun depan. Angka tersebut naik 16,67 persen dibanding proyeksi hingga akhir tahun ini sebesar Rp12 triliun.
Direktur Utama Waskita Karya Persero M. Choliq menerangkan, hingga akhir Oktober 2012, perseroan telah mencatatkan kontrak baru senilai Rp11 triliun. Angka tersebut diproyeksi akan meningkat hingga menyentuh Rp12 triliun pada akhir tahun.
"Sampai Oktober itu kontrak baru kita catat Rp11 triliun. Kalau sampai akhir tahun kita proyeksi bisa naik lagi sampai Rp12 triliun," ujar Choliq saat ditemi wartawan di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Lebih lanjut dia menerangkan, perusahaan konstruksi pelat merah yang akan segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pertengahan Desember tahun ini, memproyeksikan total kontrak baru yang akan ditangani perseroan bisa mencapai Rp14 triliun pada tahun depan.
"Kalau sampai akhir tahun ini cuma Rp12 triliun. Tahun depan kita proyeksi meningkat ya. Mungkin sekitar Rp14 triliun. Itu total setahun untuk tahun depan," tandasnya.
Adapun, kontribusi kontrak baru perseroan sebagian besar berasal dari kontrak pemerintah, BUMN maupun swasta. Sementara itu, total kontrak perseroan pada tahun depan ditargetkan sebesar Rp22 triliun, terdiri atas kontrak baru senilai Rp14 triliun dan sisanya senilai Rp8 triliun merupakan kontrak bawaan (carry over) tahun sebelum.
Direktur Utama Waskita Karya Persero M. Choliq menerangkan, hingga akhir Oktober 2012, perseroan telah mencatatkan kontrak baru senilai Rp11 triliun. Angka tersebut diproyeksi akan meningkat hingga menyentuh Rp12 triliun pada akhir tahun.
"Sampai Oktober itu kontrak baru kita catat Rp11 triliun. Kalau sampai akhir tahun kita proyeksi bisa naik lagi sampai Rp12 triliun," ujar Choliq saat ditemi wartawan di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Lebih lanjut dia menerangkan, perusahaan konstruksi pelat merah yang akan segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pertengahan Desember tahun ini, memproyeksikan total kontrak baru yang akan ditangani perseroan bisa mencapai Rp14 triliun pada tahun depan.
"Kalau sampai akhir tahun ini cuma Rp12 triliun. Tahun depan kita proyeksi meningkat ya. Mungkin sekitar Rp14 triliun. Itu total setahun untuk tahun depan," tandasnya.
Adapun, kontribusi kontrak baru perseroan sebagian besar berasal dari kontrak pemerintah, BUMN maupun swasta. Sementara itu, total kontrak perseroan pada tahun depan ditargetkan sebesar Rp22 triliun, terdiri atas kontrak baru senilai Rp14 triliun dan sisanya senilai Rp8 triliun merupakan kontrak bawaan (carry over) tahun sebelum.
(rna)
Lihat Juga :