Kenaikan UMP bisa memotivasi perusahaan
Kamis, 22 November 2012 - 18:12 WIB
Kenaikan UMP bisa memotivasi perusahaan
A
A
A
Sindonews.com - Kenaikan upah minimum provinsi (UMP) ternyata menyisakan beberapa hal positif bagi perusahaan dalam jangka panjang dan perekonomian Indonesia kedepannya. Seperti diketahui, beberapa provinsi sudah menyatakan kenaikan UMP, seperti DKI Jakarta yang menetapkan UMP sebesar Rp2,2 juta.
Chairman Frontier Consulting Group, Handi Irawan D menyatakan, naiknya UMP bagi perusahan-perusahaan, khususnya yang tergolong padat karya dapat meningkatkan nilai tambah produknya. Misalnya, dari sisi kemasan, kemudian layanan maupun pemasaran.
"Itu adalah pikiran positifnya dari kenaikan upah buruh ini, bisa jadi motivasi perusahaan," ucap Handi saat berkunjung ke Gedung SINDO, Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Menurutnya, jika banyak perusahaan yang terancam gulung tikar atau bangkrut akibat keputusan UMP tersebut karena perusahaan tersebut tidak bisa berkompetisi, seperti tidak mampu meningkatkan daya saing produk, sehingga harga jualnya rendah, namun tetap membayar buruh tinggi.
Dia coba membandingkan dengan Thailand yang mampu membayar gaji buruh sekitar Rp6 juta. Menurutnya, ini sesuai dengan tingkat produktivitas buruh dan juga kecermatan pengusaha memprioritaskan sisi lain, seperti teknologi.
"Kalau di sini saja bikin tembok itu memang lebih cepat di sana karena juga dibantu mesin," jelasnya.
Dia menegaskan, untuk jangka pendek, perusahaan yang bertahan memang akan kesulitan menghadapi keputusan kenaikan UMP. Namun, secara jangka panjang, jika perusahaan tersebut berhasil mengambil nilai postif dari kenaikan UMP, maka akan memberikan pandangan positif bagi perusahaan itu.
"Karena memang harusnya dipikirkan itu buruh otot berkurang dan buruh berotak itu bertambah. Kenaikan upah buruh ini bisa jadi pemicunya," pungkasnya.
Chairman Frontier Consulting Group, Handi Irawan D menyatakan, naiknya UMP bagi perusahan-perusahaan, khususnya yang tergolong padat karya dapat meningkatkan nilai tambah produknya. Misalnya, dari sisi kemasan, kemudian layanan maupun pemasaran.
"Itu adalah pikiran positifnya dari kenaikan upah buruh ini, bisa jadi motivasi perusahaan," ucap Handi saat berkunjung ke Gedung SINDO, Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Menurutnya, jika banyak perusahaan yang terancam gulung tikar atau bangkrut akibat keputusan UMP tersebut karena perusahaan tersebut tidak bisa berkompetisi, seperti tidak mampu meningkatkan daya saing produk, sehingga harga jualnya rendah, namun tetap membayar buruh tinggi.
Dia coba membandingkan dengan Thailand yang mampu membayar gaji buruh sekitar Rp6 juta. Menurutnya, ini sesuai dengan tingkat produktivitas buruh dan juga kecermatan pengusaha memprioritaskan sisi lain, seperti teknologi.
"Kalau di sini saja bikin tembok itu memang lebih cepat di sana karena juga dibantu mesin," jelasnya.
Dia menegaskan, untuk jangka pendek, perusahaan yang bertahan memang akan kesulitan menghadapi keputusan kenaikan UMP. Namun, secara jangka panjang, jika perusahaan tersebut berhasil mengambil nilai postif dari kenaikan UMP, maka akan memberikan pandangan positif bagi perusahaan itu.
"Karena memang harusnya dipikirkan itu buruh otot berkurang dan buruh berotak itu bertambah. Kenaikan upah buruh ini bisa jadi pemicunya," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :