2013, Kemendikbud siapkan anggaran infrastruktur Rp7 T
Jum'at, 23 November 2012 - 13:28 WIB
2013, Kemendikbud siapkan anggaran infrastruktur Rp7 T
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan anggaran Rp7 triliun untuk tahun 2013 akan digunakan untuk infrastruktur di sektor pendidikan. Hingga saat ini, sudah ada beberapa proyek yang disiapkan dan mulai dilaksanakan awal tahun depan.
Menteri Dikbud M. Nuh menyatakan, fokus pertama anggaran ini adalah rehabilitasi sekolah. Seperti diketahui, banyak sekolah yang tersedia, terhitung tidak layak digunakan.
"(Fokus anggaran untuk) Melanjutkan rehabilitasi sekolah," kata Nuh kepada wartawan di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (23/11/2012).
Kedua, lanjutnya, membangun dan merehabilitasi sekolah-sekolah di daerah perbatasan dan terpencil. "Memperkuat dari sisi infrastruktur sekolah-sekolah yang ada di daerah-daerah perbatasan dan terpencil," jelasnya.
Sedangkan ketiga, yakni penguatan akses perguruan tinggi (PT). Nuh menambahkan, yang keempat berupa optimalisasi sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) di berbagai daerah.
"Kemudian karena tahun depan sudah PMU (pendidikan menengah universal) wajib 12 tahun, maka kita genjot SMP dan SMA di berbagai daerah," ujarnya.
Terkait pengembangan sekolah di kawasan Indonesia Timur seperti Papua, menurut Nuh, sudah dilakukan pembangunan beberapa sekolah. "Sudah kita garap, ada beberapa puluh sekolah yang kita bangun. Papua itu selain punya UP4B (unit percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat) di sana itu, ada dana khusus untuk pendidikan dengan jumlah Rp2 triliun tiap tahun," ucap Nuh.
Selama ini, Nuh mengatakan, permasalahan infrastruktur pendidikan di Papua terhambat minim dan mahalnya persedian logistik. "Untuk bangun infrastruktur di Papua kan semen saja harganya Rp1 juta, sehingga diperlukan pendekatan baru, seperti menggunakan kontainer untuk kelas. Itu kan tinggal ditaruh," pungkasnya.
Menteri Dikbud M. Nuh menyatakan, fokus pertama anggaran ini adalah rehabilitasi sekolah. Seperti diketahui, banyak sekolah yang tersedia, terhitung tidak layak digunakan.
"(Fokus anggaran untuk) Melanjutkan rehabilitasi sekolah," kata Nuh kepada wartawan di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (23/11/2012).
Kedua, lanjutnya, membangun dan merehabilitasi sekolah-sekolah di daerah perbatasan dan terpencil. "Memperkuat dari sisi infrastruktur sekolah-sekolah yang ada di daerah-daerah perbatasan dan terpencil," jelasnya.
Sedangkan ketiga, yakni penguatan akses perguruan tinggi (PT). Nuh menambahkan, yang keempat berupa optimalisasi sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) di berbagai daerah.
"Kemudian karena tahun depan sudah PMU (pendidikan menengah universal) wajib 12 tahun, maka kita genjot SMP dan SMA di berbagai daerah," ujarnya.
Terkait pengembangan sekolah di kawasan Indonesia Timur seperti Papua, menurut Nuh, sudah dilakukan pembangunan beberapa sekolah. "Sudah kita garap, ada beberapa puluh sekolah yang kita bangun. Papua itu selain punya UP4B (unit percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat) di sana itu, ada dana khusus untuk pendidikan dengan jumlah Rp2 triliun tiap tahun," ucap Nuh.
Selama ini, Nuh mengatakan, permasalahan infrastruktur pendidikan di Papua terhambat minim dan mahalnya persedian logistik. "Untuk bangun infrastruktur di Papua kan semen saja harganya Rp1 juta, sehingga diperlukan pendekatan baru, seperti menggunakan kontainer untuk kelas. Itu kan tinggal ditaruh," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :