Gapoktan DIY digelontor Rp4,2 M
Sabtu, 24 November 2012 - 08:00 WIB
Gapoktan DIY digelontor Rp4,2 M
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian pertanian (Kementan) pada tahun ini memberikan bantuan pengembangan usaha agrobisnis perdesaan (PUAP) Rp4,2 miliar bagi 42 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di 42 kelurahan yang ada di Yogyakarta. Dimana masing-masing gapoktan mendapatkan Rp100 juta.
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti menyerahkan langsung bantuan tersebut di ruang utama bawah (RUB) balai kota setempat, Jumat (23/11/2012).
Haryadi mengatakan, Gapoktan yang mendapatkan dana tersebut bisa memanfaatkannya seoptimal mungkin. Bukan hanya untuk mengembangkan usaha, namun juga inovasi. Sehingga dengan hasil yang maksimal, maka tingkat kesejahteraan petani akan meningkatkan dan lebih baik.
“Karena itu, bantuan ini harus benar-benar dimanfaatkan sebagaimana ketantuan yang ada dan menyertakan kelengkapan laporan penggunaan dananya,’ kata Haryadi dalam sambutanya, Jumat (23/11/12).
Menurut Haryadi, karena lahan pertanian sangat terbatas dan kebanyakan merupakan lahan pekarangan, maka dalam mengolah lahan pertanian itu, para petani lebih diarahkan untuk mengambangkan agrobisnis dan pertanian organik. Termasuk harus bisa mengarapnya dengan baik sehingga memberikan hasil yang maksimal “Itulah pentingnya sebuah inovasi dalam keterbatasan ini,” terangnya..
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Yogyakarta Heru Pria Warjaka mengatakan bantuan dana untuk program pengembangan usaha agrobisnis perdesaan (PUAP) tersebut merupakan bantuan yang baru pertama kali diterima Gapoktan di Kota Yogyakarta. Dan dari 45 Gapoktan yang awalnya mengajukan mendapatkan bantuan, ada tiga gapoktan yang tidak lolos karena masalah pemberkasan.
“Tiga Gapoktan yang tidak lolos pemberkasan itu, yakni di kelurahan Karangwaru, Gowongan, dan Wirogunan. Namun mereka tetap akan mendapatkan bantuan, tetapi pada tahun 2015 mendatang,” jelasnya.
Menurut Heru Gapoktan ini bukan saja menjadi ujung tombak untuk meningkatan kualitas hasil pertanian. Namun Gapoktan juga sangat berperan penting dalam mengembangkan dan menemukan formula dalam penanganan pra dan pasca tanam yang cocok dengan kondisi setempat, agar hasilnya maksimal.
"Dana bantuan ini bisa digunakan untuk pengembangan tanaman pangan, hortikultura, dan olahan hasil pertanian," terangnya.
Sekretris komisi B DPRD Yogyakarta Bagus Sumbarja mengatakan agar pengunaan dana tersebut tepat sasaran, maka perlu adanya pengawasan bersama, sehingga pemberian bantuan itu sesuai dengan tujuan awal, yakni untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteaan masyarakat.
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti menyerahkan langsung bantuan tersebut di ruang utama bawah (RUB) balai kota setempat, Jumat (23/11/2012).
Haryadi mengatakan, Gapoktan yang mendapatkan dana tersebut bisa memanfaatkannya seoptimal mungkin. Bukan hanya untuk mengembangkan usaha, namun juga inovasi. Sehingga dengan hasil yang maksimal, maka tingkat kesejahteraan petani akan meningkatkan dan lebih baik.
“Karena itu, bantuan ini harus benar-benar dimanfaatkan sebagaimana ketantuan yang ada dan menyertakan kelengkapan laporan penggunaan dananya,’ kata Haryadi dalam sambutanya, Jumat (23/11/12).
Menurut Haryadi, karena lahan pertanian sangat terbatas dan kebanyakan merupakan lahan pekarangan, maka dalam mengolah lahan pertanian itu, para petani lebih diarahkan untuk mengambangkan agrobisnis dan pertanian organik. Termasuk harus bisa mengarapnya dengan baik sehingga memberikan hasil yang maksimal “Itulah pentingnya sebuah inovasi dalam keterbatasan ini,” terangnya..
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Yogyakarta Heru Pria Warjaka mengatakan bantuan dana untuk program pengembangan usaha agrobisnis perdesaan (PUAP) tersebut merupakan bantuan yang baru pertama kali diterima Gapoktan di Kota Yogyakarta. Dan dari 45 Gapoktan yang awalnya mengajukan mendapatkan bantuan, ada tiga gapoktan yang tidak lolos karena masalah pemberkasan.
“Tiga Gapoktan yang tidak lolos pemberkasan itu, yakni di kelurahan Karangwaru, Gowongan, dan Wirogunan. Namun mereka tetap akan mendapatkan bantuan, tetapi pada tahun 2015 mendatang,” jelasnya.
Menurut Heru Gapoktan ini bukan saja menjadi ujung tombak untuk meningkatan kualitas hasil pertanian. Namun Gapoktan juga sangat berperan penting dalam mengembangkan dan menemukan formula dalam penanganan pra dan pasca tanam yang cocok dengan kondisi setempat, agar hasilnya maksimal.
"Dana bantuan ini bisa digunakan untuk pengembangan tanaman pangan, hortikultura, dan olahan hasil pertanian," terangnya.
Sekretris komisi B DPRD Yogyakarta Bagus Sumbarja mengatakan agar pengunaan dana tersebut tepat sasaran, maka perlu adanya pengawasan bersama, sehingga pemberian bantuan itu sesuai dengan tujuan awal, yakni untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteaan masyarakat.
(gpr)
Lihat Juga :