Jagal mogok, daging sapi di Malang langka
Sabtu, 24 November 2012 - 14:14 WIB
Jagal mogok, daging sapi di Malang langka
A
A
A
Sindonews.com - Mogoknya Himpunan Pedagang Muslim Indonesia (HPMI) seksi jagal di Malang Raya membuat pasokan daging di sejumlah pasar tradisional di Kota Malang langka. Hanya sebagian kecil penjual yang masih menjual daging sisa kemarin.
Berdasarkan pantauan Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Malang di sejumlah pasar tradisional, ternyata masih ada pedagang yang menjual, hanya saja jumlahnya sedikit. Pantauan itu dilakukan di Pasar Besar Malang, Pasar Induk Gadang, Pasar Dinoyo, Pasar Madyopuro, dan Pasar Blimbing.
"Di Pasar Induk Gadang malah tidak ada daging sama sekali," kata Kabid Peternakan, Dinas Pertanian dan Peternakan, Kota Malang, Yudi Broto, di sela-sela memantau di Pasar Besar Malang, Sabtu (24/11/2012).
Ia menghimbau kepada para konsumen agar tidak terpatok pada konsumsi daging sapi saja, masih ada daging kambing, ayam, dan lainnya untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi.
Sementara itu, menurut salah satu penjual daging, Sakur, dirinya hari ini masih menjual sisa daging kemarin. Meski sisa, namun hingga siang hari dagingnya belum habis karena tidak ada pembeli.
Konsumen mengira sudah tidfak ada lagi daging di pasar karena para jagal mogok menyembelih sapi. "Kalau tidak habis ya besok saya jual lagi," katanya.
Selain itu, langkanya daging sapi juga membuat harga daging naik menjadi Rp 80 ribu per kilogram. Padahal, sebelum adanya gejolak pemogokan yang dilakukan para jagal, harga daging segar berkisar Rp 75 ribu per kilogram.
Berdasarkan pantauan Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Malang di sejumlah pasar tradisional, ternyata masih ada pedagang yang menjual, hanya saja jumlahnya sedikit. Pantauan itu dilakukan di Pasar Besar Malang, Pasar Induk Gadang, Pasar Dinoyo, Pasar Madyopuro, dan Pasar Blimbing.
"Di Pasar Induk Gadang malah tidak ada daging sama sekali," kata Kabid Peternakan, Dinas Pertanian dan Peternakan, Kota Malang, Yudi Broto, di sela-sela memantau di Pasar Besar Malang, Sabtu (24/11/2012).
Ia menghimbau kepada para konsumen agar tidak terpatok pada konsumsi daging sapi saja, masih ada daging kambing, ayam, dan lainnya untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi.
Sementara itu, menurut salah satu penjual daging, Sakur, dirinya hari ini masih menjual sisa daging kemarin. Meski sisa, namun hingga siang hari dagingnya belum habis karena tidak ada pembeli.
Konsumen mengira sudah tidfak ada lagi daging di pasar karena para jagal mogok menyembelih sapi. "Kalau tidak habis ya besok saya jual lagi," katanya.
Selain itu, langkanya daging sapi juga membuat harga daging naik menjadi Rp 80 ribu per kilogram. Padahal, sebelum adanya gejolak pemogokan yang dilakukan para jagal, harga daging segar berkisar Rp 75 ribu per kilogram.
(gpr)
Lihat Juga :