Pembebasan lahan masih jadi hambatan

Senin, 26 November 2012 - 09:17 WIB
Pembebasan lahan masih...
Pembebasan lahan masih jadi hambatan
A A A
Sindonews.com - Pembebasan lahan masih tetap menjadi hambatan utama pembangunan infrastruktur meski pemerintah telah mengeluarkan regulasi terkait masalah tersebut.

Dari target 56 proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3- EI) senilai Rp75,5 triliun tahun ini, proyek groundbreaking (peletakan batu pertama) hingga akhir November mencapai 28 proyek dengan nilai investasi Rp22,1 triliun.

Ketua Tim Konektivitas Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, masalah lahan masih menjadi hambatan utama. Pemerintah saat ini masih berupaya melakukan finalisasi sisa proyek hingga akhir tahun.

“Kebanyakan dari sisa proyek tersebut masih menunggu kejelasan dari sisi pembebasan lahan beserta syarat administrasinya,” kata dia di Jakarta pekan lalu.

Dia menuturkan, proyek konektivitas tahun ini antara lain proyek perluasan pembangunan terminal tiga Bandara Soekarno-Hatta, pembangunan jalur kereta api double track Cirebon-Brebes, dan pengembangan Pelabuhan Ketapang Gilimanuk.

Pengadaan lahan masih menjadi hambatan, terutama masih ada tumpang tindih regulasi antara daerah dan pusat. Selain itu, juga masalah komitmen investor terkait ketertarikan mereka berinvestasi di sektor infrastruktur.

Pemerintah, lanjut Lukita, akan mengupayakan sisa 28 proyek lagi. Setengah dari proyek yang telah groundbreaking tersebut tersebar di semua koridor ekonomi sebagaimana yang ditetapkan pemerintah.

“Setengahnya lagi masih kita upayakan pelaksanaannya hingga akhir tahun. Kita masih berupaya. Kita berharap masih ada yang bisa di-groundbreaking memasuki akhir tahun,” ucapnya.

Sebelumnya Sekretaris Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Luki Eko Wuryanto mengatakan, seharusnya regulasi pusat memiliki payung hukum yang kuat agar masalah lahan bisa selesai secepatnya.

“Saya melihat, seharusnya ada payung hukum yang kuat sehingga proyek MP3EI jadi prioritas dan tidak bertabrakan dengan regulasi di daerah,” kata dia.

Sekretaris Tim Konektivitas Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia Monntty Giriana mengatakan, selama pelaksanaan validasi proyek tim menemukan masalah teknis yang selama ini dihadapi di lapangan seperti buruknya penyelesaian lahan, keterkaitan tata ruang, dan komitmen swasta dalam pembiayaan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Warga Lebak Banten Protes...
Warga Lebak Banten Protes Pembangunan Jembatan Lambat
Proyek Infrastruktur...
Proyek Infrastruktur Digencarkan dengan Terobosan Pembiayaan
TelkomGroup Berhasil...
TelkomGroup Berhasil Rampungkan Infrastruktur di Sumatra
Pembiayaan Infrastruktur...
Pembiayaan Infrastruktur Turun
Sarana Multi Infrastruktur...
Sarana Multi Infrastruktur Resmikan Fasilitas MCK Untuk Warga Desa Konga, NTT
BUMN Ini Tertarik Jajaki...
BUMN Ini Tertarik Jajaki Kerja Sama dengan Turki Bidang Infrastruktur
Berita Terkini
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
1 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
1 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
1 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
1 jam yang lalu
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
4 jam yang lalu
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved