Fakta, orang Indonesia tak mau beli BBM non subsidi
Senin, 26 November 2012 - 14:41 WIB
Fakta, orang Indonesia tak mau beli BBM non subsidi
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina (persero) menilai masyarakat Indonesia belum siap untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) non subsidi hingga saat ini. Hal ini sesuai dengan fakta lapangan pasca pemberlakukan aturan pengendalian kitir berdasarkan surat BPH Migas.
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menyatakan di beberapa daerah terlihat ada masyarakat yang lebih memilih menginap di SPBU dan menunggu BBM bersubsidi datang.
"Bahkan sampai menginap walaupun ada BBM yang non subsisdi. Ini fakta, artinya bahwa konsumen belum siap untuk membeli non PSO secara sukarela pada saat masih ada opsi membeli BBM PSO," ujar Hanung di kantor Pusat di Pertamina, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Bahkan di beberapa daerah, lanjut Hanung, ada yang menimbulkan ketegangan karena tidak adanya BBM bersubsidi. Seperti yang terjadi di daerah Kutai Barat.
"Potensi antrean dapat terjadi di daerah-daerah lain dan dapat beropetensi menciptakan konflik horizontal," jelasnya.
Maka dari itu, Pertamina memutuskan untuk kembali menyalurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi secara normal terhitung tanggal 25 November 2012. "Pertamina memutuskan hal ini sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah," pungkasnya.
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menyatakan di beberapa daerah terlihat ada masyarakat yang lebih memilih menginap di SPBU dan menunggu BBM bersubsidi datang.
"Bahkan sampai menginap walaupun ada BBM yang non subsisdi. Ini fakta, artinya bahwa konsumen belum siap untuk membeli non PSO secara sukarela pada saat masih ada opsi membeli BBM PSO," ujar Hanung di kantor Pusat di Pertamina, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Bahkan di beberapa daerah, lanjut Hanung, ada yang menimbulkan ketegangan karena tidak adanya BBM bersubsidi. Seperti yang terjadi di daerah Kutai Barat.
"Potensi antrean dapat terjadi di daerah-daerah lain dan dapat beropetensi menciptakan konflik horizontal," jelasnya.
Maka dari itu, Pertamina memutuskan untuk kembali menyalurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi secara normal terhitung tanggal 25 November 2012. "Pertamina memutuskan hal ini sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :