19 Desember, stok premium DKI habis
Senin, 26 November 2012 - 14:54 WIB
19 Desember, stok premium DKI habis
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina (Persero) memastikan premium untuk kawasan DKI Jakarta akan habis per tanggal 19 Desember 2012. Sedangkan untuk solar akan habis lebih cepat, yakni di tanggal 30 November 2012.
"DKI jakarta premiun itu habis 19 Desember. Solar 30 November sudah habis," ucap Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya di kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Hanung menegaskan, hal ini bukan berarti masyarakat tidak bisa menggunakan BBM bersubsidi lagi. Karena BBM jenis ini tetap disalurkan namun penambahannya akan diatur oleh pemerintah yang akan berbicara dengan DPR.
"Pemerintah tak pernah hentikan BBM PSO untuk daerah. Tetapi disalurkan, tapi pemerintah akan bicara dengan DPR untuk menambah kuota," jelasnya.
Seperti yang diketahui, bulan September lalu pemerintah dan DPR baru menyepakati pengajuan penambahan kuota BBM bersubdisi sebesar 44,04 juta Kiloliter.
Sementara itu, Sabtu (24/11/2012) lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk Premium dan 4 persen untuk Solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
"DKI jakarta premiun itu habis 19 Desember. Solar 30 November sudah habis," ucap Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya di kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Hanung menegaskan, hal ini bukan berarti masyarakat tidak bisa menggunakan BBM bersubsidi lagi. Karena BBM jenis ini tetap disalurkan namun penambahannya akan diatur oleh pemerintah yang akan berbicara dengan DPR.
"Pemerintah tak pernah hentikan BBM PSO untuk daerah. Tetapi disalurkan, tapi pemerintah akan bicara dengan DPR untuk menambah kuota," jelasnya.
Seperti yang diketahui, bulan September lalu pemerintah dan DPR baru menyepakati pengajuan penambahan kuota BBM bersubdisi sebesar 44,04 juta Kiloliter.
Sementara itu, Sabtu (24/11/2012) lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk Premium dan 4 persen untuk Solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
(gpr)
Lihat Juga :