Pemerintah-Pertamina rapat sore ini
Senin, 26 November 2012 - 16:24 WIB
Pemerintah-Pertamina rapat sore ini
A
A
A
Sindonews.com - Direktorat Jenderal Minyak da Gas Bumi (Dirjen Migas) akan melangsungkan rapat dengan Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) dan PT Pertamina (Persero). Hal ini terkait dengan keputusan pembatalan pengendalian pasokan (kitir) BBM bersubsidi oleh Pertamina, dengan kembali menyalurkan BBM bersubsidi secara normal per 25 November 2012.
"Jam 06.00 sore (18.00 WIB) akan dibahas pendistribusian PSO (BBM bersubsidi) bersama Dirjen Migas dan BPH Migas," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya, di kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Perusahaan migas pelat merah tersebut memutuskan untuk kembali menyalurkan BBM bersubsidi secara normal mulai kemarin. "Pertamina memutuskan hal ini sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah," kata Hanung.
Berdasarkan surat dari BPH Migas, Pertamina melakukan pengendalian kitir per tanggal 19 November 2012 dengan pemotongan jatah harian di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan penyalur lainnya yang bervariasi tingkat persentasenya, antara 1-35 persen sesuai dengan kuota yang tersisa di daerah terkait.
"Secara umum rencana itu kita lakukan bertahap, yaitu dengan 10 persen di semua kota," jelasnya.
Data per 23 November 2012 menyebutkan, selama proses kitir telah terjadi penghematan rata-rata sebesar 13 persen dari proyeksi penyaluran normal dalam periode tersebut untuk solar dan 10 persen untuk premium. "Keputusan bersifat sementara di lapangan karena fakta itu terlalu beresiko. Keputusan ini diambil karena Pertamina hanya sebagai pelaksana dari keputusan pemerintah," pungkasnya.
Sementara untuk memenuhi pasokan BBM bersubsidi hingga akhir tahun ini, pemerintah disarankan untuk menambah pasokan sebanyak 1,2 juta kiloliter (KL). Dengan asumsi harga BBM keekonomian saat ini sekitar Rp9.000 per liter, maka dana yang dibutuhkan mencapai Rp6 triliun.
"Jam 06.00 sore (18.00 WIB) akan dibahas pendistribusian PSO (BBM bersubsidi) bersama Dirjen Migas dan BPH Migas," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya, di kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Perusahaan migas pelat merah tersebut memutuskan untuk kembali menyalurkan BBM bersubsidi secara normal mulai kemarin. "Pertamina memutuskan hal ini sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah," kata Hanung.
Berdasarkan surat dari BPH Migas, Pertamina melakukan pengendalian kitir per tanggal 19 November 2012 dengan pemotongan jatah harian di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan penyalur lainnya yang bervariasi tingkat persentasenya, antara 1-35 persen sesuai dengan kuota yang tersisa di daerah terkait.
"Secara umum rencana itu kita lakukan bertahap, yaitu dengan 10 persen di semua kota," jelasnya.
Data per 23 November 2012 menyebutkan, selama proses kitir telah terjadi penghematan rata-rata sebesar 13 persen dari proyeksi penyaluran normal dalam periode tersebut untuk solar dan 10 persen untuk premium. "Keputusan bersifat sementara di lapangan karena fakta itu terlalu beresiko. Keputusan ini diambil karena Pertamina hanya sebagai pelaksana dari keputusan pemerintah," pungkasnya.
Sementara untuk memenuhi pasokan BBM bersubsidi hingga akhir tahun ini, pemerintah disarankan untuk menambah pasokan sebanyak 1,2 juta kiloliter (KL). Dengan asumsi harga BBM keekonomian saat ini sekitar Rp9.000 per liter, maka dana yang dibutuhkan mencapai Rp6 triliun.
(rna)
Lihat Juga :