Pertanian topang pertumbuhan ekonomi DIY

Senin, 26 November 2012 - 17:30 WIB
Pertanian topang pertumbuhan...
Pertanian topang pertumbuhan ekonomi DIY
A A A
Sindonews.com – Meski di bawah pertumbuhan nasional, pertumbuhan ekonomi DIY menujukkan arah positif. Perekonomian DIY pada kuartal III tahun ini tumbuh 5,2 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya 4,22 persen.

Pertumbuhan ini tidak lepas dari pertumbuhan sektor pertanian. Peneliti Senior Kantor Perwakilan Bank Indonesia Djoko Raharto mengatakan, pertumbuhan ekonomi DIY banyak ditopang dari pertanian, dimana sektor ini tumbuh 5,91 persen, dengan kontribusi 1,12 persen.

Pertumbuhan tersebut tidak lepas dari cuaca yang terus membaik dan mendukung produktivitas pertanian. Bahkan di Gunung Kidul mampu menambah luasan lahan pertanian produktif dengan panenan lebih banyak. “Biasanya di Gunungkidul hanya panen sekali, saat ini bisa dua kali,”
jelas Djoko di Yogyakarta. Senin (26/11/2012).

Capaian Badan Urusan Logistik (Bulog) DIY dalam melakukan pengadaan beras juga melampaui
target yang ditetapkan. Dari target 50 ribu ton, DIY mampu merealisasikan hingga 61 ribu ton. Ini menjadikan stok beras cukup aman untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Krisis ekonomi di Amerika dan Eropa banyak berpengaruh terhadap iklim usaha di DIY. Komoditi furniture banyak terpengaruh dengan adanya krisis. Untuk komoditas tekstil, memang sedikit mengalami guncangan, namun sektor ini bisa kembali membaik dan menemukan pasar alternatif
di Eropa.

“Untuk garmen dan tekstil, pasarnya masih bagus,” ujarnya. Melihat kondisi yang ada, Djoko yakin pertumbuhan ekonomi DIY masih cukup positif. Bahkan, dia optimistis, berpotensi bergerak menuju 6,2 persen, atau mendekati pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 6,7 persen.

Pertumbuhan ekonomi DIY ini tidak lepas dari angka positif dalam capaian indeks harga konsumen (inflasi). Dimana sampai dengan Oktober 2012, inflasi yang ada baru berada pada level 3,62 persen. Pada November, BI memperkirakan inflasi akan menyentuh angka 4 persen, dan sampai akhir tahun sekitar 4,5 persen.

Proyeksi tersebut menyusul kenaikan upah minuman provinsi (UMP) maupun daya beli masyarakat yang membaik. “Harapan kita, inflasi tetap berada di bawah inflasi nasional,” ujar Peneliti Madya BI Fadhil Nugroho.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertamina SMEXPO Geliatkan...
Pertamina SMEXPO Geliatkan Ekonomi Rakyat di Yogyakarta
Dongkrak Ekonomi Warga...
Dongkrak Ekonomi Warga Jogja, Nara Kupu Gelar Lagi Pasar Sayur dan Pets Day Out
Tiga Jurus Sandiaga...
Tiga Jurus Sandiaga Tingkatkan Daya Saing Pelaku Parekraf
Wamenkop Sebut Yogyakarta...
Wamenkop Sebut Yogyakarta Bisa Jadi Role Model Daerah Bersistem Ekonomi Pancasila
Ekonomi Jatim Alami...
Ekonomi Jatim Alami Kontraksi, Pertumbuhannya Kalah Dari Banten dan Yogyakarta
Sukuk Ritel SR016 Bakal...
Sukuk Ritel SR016 Bakal Dirilis, Investasi Syariah yang Aman dan Dijamin Negara
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
9 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
9 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
10 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved