Pengangguran siap jadi masalah Depok
Senin, 26 November 2012 - 17:52 WIB
Pengangguran siap jadi masalah Depok
A
A
A
Sindonews.com - Tingkat urbanisasi di Depok meningkat dari sebelumnya tiga persen per tahun, menjadi 4,2 persen di 2012. Jumlah itu jauh lebih besar dari pada rata-rata urbanisasi nasional yaitu sebesar 1,7 persen.
Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail mengatakan pertambahan jumlah penduduk karena urbanisasi itu harus diwaspadai. Sebab, banyak faktor yang harus diantisipasi dalam menghadapi cepatnya pertambahan penduduk.
Semakin banyak jumlah penduduk, maka jumlah sampah gang dihasilkan semakin banyak. Sementara TPA (tempat pembuangan akhir) kita terbatas," ujarnya saat pembukaan kegiatan "Jabar mengembara" di Balai Kota Depok, Senin (26/11/2012).
Selain itu, kata dia, tingkat persaingan untuk mencari pekerjaan pun semakin tinggi. Untuk itu angkatan kerja di Depok harus memiliki daya saing yang tinggi. Sebab pesaingnya tidak hanya betasal dari Kota Depok melainkan daerah lainnya di Indonesia.
Saat ini jumlah penduduk di Kota Depok mencapai 1,8 juta orang. Sementara jumlah angkatan kerja di Kota Depok mencapai 779.000 orang dengan jumlah pengangguran mencapai 65 ribu orang. Sehingga urbanisasi dikhawatirkan menyumbang angka pengangguran.
Untuk itu, kata Nur Mahmudi, bagi warga yang tidak mendapatkan pekerjaan di Depok atau Jawa Barat lainnya, bisa mengembangkan kariernya di luar daerah bahkan luar negeri. Begitu juga dengan warga yang bidang keahliannya tidak tersedia di Depok.
Meskipun demikian, dia menambahkan, warga yang bekerja di luar negeri harus memiliki keahlian. "Jangan mau jadi pembantu, supaya tenaga kerja Indonesia di luar negeri semakin berharga dan berwibawa," ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dam Transmigasi Provinsi Jawa Barat, Hening Widiatmoko, mengatakan jumlah pengangguran terbuka di Jawa Barat mencapai 1,9 juta. Dua pertiga di antaranya berpendidikan maksimal SMP.
Untuk mengurangi angka pengangguran, Disnakertrans Provinsi melakukan sosialisasi program "Jabar Mengembara". Dalam sosialisasi tersebut di jelaskan cara bekerja di luar negeri beserta peluangnya. Kegiatan dilakukan di empat kota kabupaten yang ada di Jawa Barat yaitu Kabupaten Karawang, Kabupaten Sukabumi, Kota Bogor, dan Kota Depok. "Program ini menawarkan solusi untuk pencarian tenaga kerja," kata dia.
Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail mengatakan pertambahan jumlah penduduk karena urbanisasi itu harus diwaspadai. Sebab, banyak faktor yang harus diantisipasi dalam menghadapi cepatnya pertambahan penduduk.
Semakin banyak jumlah penduduk, maka jumlah sampah gang dihasilkan semakin banyak. Sementara TPA (tempat pembuangan akhir) kita terbatas," ujarnya saat pembukaan kegiatan "Jabar mengembara" di Balai Kota Depok, Senin (26/11/2012).
Selain itu, kata dia, tingkat persaingan untuk mencari pekerjaan pun semakin tinggi. Untuk itu angkatan kerja di Depok harus memiliki daya saing yang tinggi. Sebab pesaingnya tidak hanya betasal dari Kota Depok melainkan daerah lainnya di Indonesia.
Saat ini jumlah penduduk di Kota Depok mencapai 1,8 juta orang. Sementara jumlah angkatan kerja di Kota Depok mencapai 779.000 orang dengan jumlah pengangguran mencapai 65 ribu orang. Sehingga urbanisasi dikhawatirkan menyumbang angka pengangguran.
Untuk itu, kata Nur Mahmudi, bagi warga yang tidak mendapatkan pekerjaan di Depok atau Jawa Barat lainnya, bisa mengembangkan kariernya di luar daerah bahkan luar negeri. Begitu juga dengan warga yang bidang keahliannya tidak tersedia di Depok.
Meskipun demikian, dia menambahkan, warga yang bekerja di luar negeri harus memiliki keahlian. "Jangan mau jadi pembantu, supaya tenaga kerja Indonesia di luar negeri semakin berharga dan berwibawa," ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dam Transmigasi Provinsi Jawa Barat, Hening Widiatmoko, mengatakan jumlah pengangguran terbuka di Jawa Barat mencapai 1,9 juta. Dua pertiga di antaranya berpendidikan maksimal SMP.
Untuk mengurangi angka pengangguran, Disnakertrans Provinsi melakukan sosialisasi program "Jabar Mengembara". Dalam sosialisasi tersebut di jelaskan cara bekerja di luar negeri beserta peluangnya. Kegiatan dilakukan di empat kota kabupaten yang ada di Jawa Barat yaitu Kabupaten Karawang, Kabupaten Sukabumi, Kota Bogor, dan Kota Depok. "Program ini menawarkan solusi untuk pencarian tenaga kerja," kata dia.
(gpr)
Lihat Juga :