Peternak Jabar diminta potong sapinya
Senin, 26 November 2012 - 18:20 WIB
Peternak Jabar diminta potong sapinya
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengaku heran dengan kelangkaan daging sapi yang terjadi di Jabar. Padahal menurut Dinas Peternakan Jabar, jumlah sapi di Jabar mencukupi untuk persediaan daging sapi di Jabar.
"Kenapa peternak tidak melepas ternaknya? Saya tanya ke dinas peternakan jumlah sapi cukup. Tapi yang dilempar ke pasar kurang," kata Heryawan, di Bandung, Senin (26/11/2012).
Untuk itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait khusus membahas kelangkaan daging sapi di Jabar. Kata dia, bisa jadi peternak menahan sapi hidup sebagai trik menaikan harga. Dengan begitu, ada penumpukan barang. Padahal menurutnya penumpukan barang tidak diperbolehkan.
"Kalau itu terjadi, nanti ya kita harus ada upaya mendorong supaya mereka menjual hewannya supaya dibawa ke RPH (tempet penyembelihan)," katanya.
Penyimpanan sapi juga merugikan bukan hanya bagi konsumen tetapi bagi peternak sendiri. Sebab, peternak harus terus mengeluarkan ongkos pakan sapi yang diperkirakan mencapai Rp25 ribu per ekor per harinya. Maka, Pemprov Jabar akan terus mendorong supaya para peternak sapi di Jabar mau menyembelih hewannya.
"Kami bukan mau memaksa, tetapi ada dorongan lebih kuat lagi. Kita ada upaya mendorong lebih keras lagi supaya peternak melepas hewannya," ujarnya.
"Kenapa peternak tidak melepas ternaknya? Saya tanya ke dinas peternakan jumlah sapi cukup. Tapi yang dilempar ke pasar kurang," kata Heryawan, di Bandung, Senin (26/11/2012).
Untuk itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait khusus membahas kelangkaan daging sapi di Jabar. Kata dia, bisa jadi peternak menahan sapi hidup sebagai trik menaikan harga. Dengan begitu, ada penumpukan barang. Padahal menurutnya penumpukan barang tidak diperbolehkan.
"Kalau itu terjadi, nanti ya kita harus ada upaya mendorong supaya mereka menjual hewannya supaya dibawa ke RPH (tempet penyembelihan)," katanya.
Penyimpanan sapi juga merugikan bukan hanya bagi konsumen tetapi bagi peternak sendiri. Sebab, peternak harus terus mengeluarkan ongkos pakan sapi yang diperkirakan mencapai Rp25 ribu per ekor per harinya. Maka, Pemprov Jabar akan terus mendorong supaya para peternak sapi di Jabar mau menyembelih hewannya.
"Kami bukan mau memaksa, tetapi ada dorongan lebih kuat lagi. Kita ada upaya mendorong lebih keras lagi supaya peternak melepas hewannya," ujarnya.
(gpr)
Lihat Juga :