Kemacetan di Jakarta berpotensi makin parah

Senin, 26 November 2012 - 18:23 WIB
Kemacetan di Jakarta...
Kemacetan di Jakarta berpotensi makin parah
A A A
Sindonews.com - Sebagai kota metropolitan, DKI Jakarta agaknya masih sulit lepas dari masalah kemacetan. Faktor utamanya adalah terlalu banyaknya jumlah kendaraan pribadi, yang beredar di Ibu Kota ini.

"Kota Jakarta kelebihan kendaraan pribadi dan kekurangan sarana transportasi umum. Bukan kekurangan jalan raya," ujar Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno saat dihubungi Sindonews, Senin (26/11/2012).

Di sisi lain, besarnya jumlah kendaraan pribadi di DKI Jakarta berpotensi memperburuk kemacetan, bila ditambah dengan gelombang perpindahan penduduk besar-besaran menyusul kenaikan upah buruh yang cukup signifikan di DKI Jakarta. Kenaikan upah buruh tersebut akan mendorong pencari kerja ke Ibu Kota.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat menilai, potensi gelombang perpindahan penduduk besar-besaran sangat mungkin terjadi sebagai akibat daya tarik upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta, yang tergolong tinggi dibanding wilayah lainnya di luar Jakarta.

"Tingginya upah buruh di DKI Jakarta bisa mengundang gelombang perpindahan penduduk berbondong-bondong ke DKI Jakarta. Itu kan juga akan menimbulkan masalah bagi DKI," ujarnya.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada 20 November 2012 menetapkan UMP DKI Jakarta 2013 sebesar Rp2,2 juta atau naik sekitar 44 persen dari UMP tahun ini yang Rp1,529 juta. Akibat keputusan tersebut, kalangan pengusaha mengancam akan hengkang ke daerah lain.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
DSC Transformasi Jadi...
DSC Transformasi Jadi Ekosistem Wirausaha, Siapkan Hibah Rp2,5 Miliar
23 menit yang lalu
Indonesia Temukan Cadangan...
Indonesia Temukan Cadangan Emas Baru di Papua, Prabowo: Sangat Besar
37 menit yang lalu
Bidik Pasar Triliunan...
Bidik Pasar Triliunan Dolar, OKX Luncurkan Marketplace Berbasis Agen AI
1 jam yang lalu
Cikarang Tumbuh Pesat,...
Cikarang Tumbuh Pesat, Lippoland Luncurkan OAZE Lakeside Homes Hunian Premium
1 jam yang lalu
Booth Kopi Koperasi...
Booth Kopi Koperasi Merah Putih Karanganyar Bidik Pasar Gen Z
2 jam yang lalu
Bahlil Ancam Akan Tinjau...
Bahlil Ancam Akan Tinjau RKAB Penambang yang Menolak Pakai B50
2 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved