Wamen ESDM prediksi akan ada kerusuhan
Senin, 26 November 2012 - 18:33 WIB
Wamen ESDM prediksi akan ada kerusuhan
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Menteri ESDM Rudy Rubiandini memperkirakan dalam beberapa waktu mendatang akan terjadi kerusuhan akibat langkanya BBM bersubsidi di masyarakat.
Pasalnya, dari 40 juta kilo liter oleh yang telah dinaikan DPR menjadi 44,04 juta kiloliter premium, tetap tidak akan mampu memenuhi kebutuhan masyrakat.
"Pertamina pernah melaporkan dengan BPH Migas kelihatannya tidak akan sampai 31 Desember dan hanya akan berakhir di 22 Desember," kata Rudy saat menyambangi gedung KPK, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Akibatnya, menurut Rudy, dapat dipastikan masyarakat akan menjerit dan akan terjadi kerusuhan atas kelangkaan bahan bakar subsidi tersebut.
"Bisa dibayangkan kalau 8 hari tanpa BBM bersubsidi dan hanya menggunakan pertamax akan terjadi kerusuhan," ungkapnya.
Karena khawatir tidak akan mencukupi hingga akhir tahun, menurut Rudi, Pertamina akhirnya harus mencicil pasokan BBM ke SPBU.
"Oleh karena itu ada upaya dari Pertamina dan BPH Migas untuk dicicil sedikit-sedikit. Kadang-kadang 2 jam dalam satu hari atau 3 jam dalam satu hari ditahan BBM bersubsidinya, ini untuk mencoba agar orang masuk menggunakan BBM non subisidi," kata Rudi.
Artinya yang bersubsidi akan dikurangi yang BBM non subsidi yang harus diadakan di SPBU. "Dengan begitu keberadaan energi tetap ada, keberadaan bensin tetap ada cuma keberadaan subsidinya saja yang ditahan dalam waktu tertentu dalam beberapa jam saja. Dengan begitu kita bisa menikmati sampai 31 Desember 2012," pungkasnya.
Pasalnya, dari 40 juta kilo liter oleh yang telah dinaikan DPR menjadi 44,04 juta kiloliter premium, tetap tidak akan mampu memenuhi kebutuhan masyrakat.
"Pertamina pernah melaporkan dengan BPH Migas kelihatannya tidak akan sampai 31 Desember dan hanya akan berakhir di 22 Desember," kata Rudy saat menyambangi gedung KPK, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Akibatnya, menurut Rudy, dapat dipastikan masyarakat akan menjerit dan akan terjadi kerusuhan atas kelangkaan bahan bakar subsidi tersebut.
"Bisa dibayangkan kalau 8 hari tanpa BBM bersubsidi dan hanya menggunakan pertamax akan terjadi kerusuhan," ungkapnya.
Karena khawatir tidak akan mencukupi hingga akhir tahun, menurut Rudi, Pertamina akhirnya harus mencicil pasokan BBM ke SPBU.
"Oleh karena itu ada upaya dari Pertamina dan BPH Migas untuk dicicil sedikit-sedikit. Kadang-kadang 2 jam dalam satu hari atau 3 jam dalam satu hari ditahan BBM bersubsidinya, ini untuk mencoba agar orang masuk menggunakan BBM non subisidi," kata Rudi.
Artinya yang bersubsidi akan dikurangi yang BBM non subsidi yang harus diadakan di SPBU. "Dengan begitu keberadaan energi tetap ada, keberadaan bensin tetap ada cuma keberadaan subsidinya saja yang ditahan dalam waktu tertentu dalam beberapa jam saja. Dengan begitu kita bisa menikmati sampai 31 Desember 2012," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :