Remitansi TKI Blitar turun Rp50 M

Selasa, 27 November 2012 - 10:35 WIB
Remitansi TKI Blitar...
Remitansi TKI Blitar turun Rp50 M
A A A
Sindonews.com - Pembatasan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke sejumlah negara Timur Tengah dan Malaysia berdampak besar pada pengiriman jumlah devisa (remittance).

Tercatat, hingga bulan ini (selama 2012), jumlah remmitance yang masuk ke Kabupaten Blitar hanya sebesar Rp50 miliar. Dibanding tahun sebelumnya (2011) sebesar Rp72 miliar, remittance buruh migran asal Kabupaten Blitar 2012 mengalami penyusutan.

"Meski masih ada Desember, namun jumlah remittance yang ada memang telah berkurang," ujar Kepala Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Blitar Djohar Sutrisno, kepada wartawan, Selasa (27/11/2012).

Selain moratorium, pengetatan pengawasan terhadap calon buruh migran secara tidak langsung menekan angka buruh migran ilegal. Jika sebelumnya setiap orang bisa dengan mudah menjadi TKI tanpa syarat administrasi yang jelas, sekarang lebih rumit.

"Sementara, diakui devisa yang dibawa sangat membantu mengubah kondisi ekonomi dan sosial yang ada," tuturnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Disnakertrans, jumlah buruh migran asal Kabupaten Blitar sebanyak 3.340 orang. Sebagian besar TKI dan TKW yang ada menggantungkan hidup dari sektor informal. Sebagai bentuk perhatian untuk meningkatkan mutu skill, menurut Djohar pihaknya terus melakukan pembinaan. Khususnya kepada para calon buruh migran.

"Sebab kami tidak berharap setiba di negara tujuan, para buruh migrant masih memiliki masalah dalam skill dan pengetahuan," ujarnya.

Wakil Ketua Komisi IV Gatot Darwoto berharap pembinaan yang diberikan kepada calon TKI dan eks TKI dilakukan dengan serius. Terutama dalam hal menajemen keuangan, seorang mantan buruh migran seyogyanya bisa mengelola pendapatanya dengan baik. Apa yang didapat tidak hanya untuk memenuhi kepuasan sesaat.

"Yang terjadi selama ini masih banyak buruh migrant yang menggunakan uangnya untuk barang-barang yang tidak perlu. Setelah habis, mereka kembali jadi buruh migran. Tugas pemerintah adalah memberikan pembinaan bagaimana mereka bisa menjadi mandiri," katanya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Strategi Perusahaan...
Strategi Perusahaan Jasa Remitansi Perluas Ekspansi Bisnis
Dikejar Polisi, Tekong...
Dikejar Polisi, Tekong Penyelundup 31 TKI Ilegal ke Malaysia Lompat ke Sungai
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
TKI Sumarkinah Korban...
TKI Sumarkinah Korban Penganiayaan di Saudi Sudah Dievakuasi dari Rumah Majikan
BP2MI Apresiasi Polda...
BP2MI Apresiasi Polda Jatim Bongkar Sindikat TKI Ilegal
TNI AL Amankan 124 Pekerja...
TNI AL Amankan 124 Pekerja Migran Ilegal di Labuhanbatu Utara
Berita Terkini
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
1 jam yang lalu
Sinergi BSI dan BPJS...
Sinergi BSI dan BPJS Ketenagakerjaan, Hadirkan KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja
9 jam yang lalu
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
10 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
10 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
10 jam yang lalu
Mendorong Penguatan...
Mendorong Penguatan Tata Kelola Bank Jakarta, Serikat Karyawan Beri 4 Rekomendasi Strategis
11 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved