Tambah BBM subsidi, Menkeu yakin fiskal sehat
Selasa, 27 November 2012 - 11:25 WIB
Tambah BBM subsidi, Menkeu yakin fiskal sehat
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo memastikan fiskal ekonomi Indonesia masih dalam keadaan baik meskipun harus ada penambahan anggaran untuk membiayai kelebihan kuota pada bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir tahun ini.
Pemerintah diperkirakan harus mengeluarkan anggaran sekitar Rp6 triliun untuk membayar BBM bersubsidi sebesar 1,2 juta kiloliter (kl) dalam mencukupi kebutuhan BBM bersubsidi hingga akhir tahun 2012.
"Secara umum, fiskal kita dalam keadaan sehat," ucap Agus kepada wartawan di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Akan tetapi, Agus menyatakan, masih mengharapkan BBM bersubsidi yang dikonsumsi sesuai dengan kuota yang telah ditentukan. Maka dari itu, Agus menunggu dilakukannya rapat koordinasi yang diselenggarkan bersama pihak-pihak yang terkait.
"Saya tidak mau sampaikan karena yang saya inginkan itu adalah kita upaya di 43,5 juta kl," jelasnya.
Jika terpaksa ada penambahan anggaran, menurut mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini, pemerintah akan mengambil dari kas negara. Adapun posisi kas negara saat ini, Agus mengaku, masih cukup besar untuk membiayai kebutuhan subsidi energi.
"Karena kita ada dana yang sekarang di kas negara, itu jumlahnya besar dan bisa dipakai untuk membiayai kebutuhan-kebutuhan termasuk kalau ada keperluan membayar subsidi BBM atau subsidi listrik," pungkasnya.
Pemerintah diperkirakan harus mengeluarkan anggaran sekitar Rp6 triliun untuk membayar BBM bersubsidi sebesar 1,2 juta kiloliter (kl) dalam mencukupi kebutuhan BBM bersubsidi hingga akhir tahun 2012.
"Secara umum, fiskal kita dalam keadaan sehat," ucap Agus kepada wartawan di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Akan tetapi, Agus menyatakan, masih mengharapkan BBM bersubsidi yang dikonsumsi sesuai dengan kuota yang telah ditentukan. Maka dari itu, Agus menunggu dilakukannya rapat koordinasi yang diselenggarkan bersama pihak-pihak yang terkait.
"Saya tidak mau sampaikan karena yang saya inginkan itu adalah kita upaya di 43,5 juta kl," jelasnya.
Jika terpaksa ada penambahan anggaran, menurut mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini, pemerintah akan mengambil dari kas negara. Adapun posisi kas negara saat ini, Agus mengaku, masih cukup besar untuk membiayai kebutuhan subsidi energi.
"Karena kita ada dana yang sekarang di kas negara, itu jumlahnya besar dan bisa dipakai untuk membiayai kebutuhan-kebutuhan termasuk kalau ada keperluan membayar subsidi BBM atau subsidi listrik," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :