Ramayana klaim tak terpengaruh kenaikan UMP
Selasa, 27 November 2012 - 12:09 WIB
Ramayana klaim tak terpengaruh kenaikan UMP
A
A
A
Sindonews.com - PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) mengaku tidak terpengaruh dengan permasalahan upah minimum provinsi (UMP), yang tengah ramai diberitakan beberapa waktu belakangan ini.
"Kita kan bukan pabrik yang produksi barang, yang kalau cost produksi naik terus kita terganggu. Kita tidak seperti itu," ujar Direktur Keuangan RALS, Suryanto dalam paparan publik di World Trade Center, Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Menurutnya, untuk menyiasati kenaikan upah tersebut, perseroan akan mendorong peningkatan penjualan. Langkah ini didukung dengan rencana perseroan untuk menambah sebanyak 7 gerai hingga akhir tahun.
"Kenaikan upah itu sudah masuk ke peningkatan beban usaha yang sudah diperhitungkan. Jadi, kita tidak masalah. Ini juga didukung dengan rencana kami menambah gerai," sambung dia.
Lebih lanjut dia memandang, dengan kenaikan UMP DKI Jakarta, perseroan justru optimistis penjulan akan meningkat. Pasalnya, hal tersebut akan meningkatkan daya beli masyarakat kelas menengah.
"Kenaikan UMP itu bisa kita asumsikan berarti daya beli masyarakat kan juga meningkat. Jadi kita optimis pembelian juga meningkat. Apalagi, 28 persen omset kita dari Jabotabek. Itu cukup besar ya, jadi kita optimis," tandasnya.
Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada 20 November 2012 menetapkan UMP DKI Jakarta 2013 sebesar Rp2,2 juta atau naik sekitar 44 persen dari UMP tahun ini yang Rp1,529 juta. Akibat keputusan tersebut, kalangan pengusaha mengancam akan hengkang ke daerah lain.
"Kita kan bukan pabrik yang produksi barang, yang kalau cost produksi naik terus kita terganggu. Kita tidak seperti itu," ujar Direktur Keuangan RALS, Suryanto dalam paparan publik di World Trade Center, Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Menurutnya, untuk menyiasati kenaikan upah tersebut, perseroan akan mendorong peningkatan penjualan. Langkah ini didukung dengan rencana perseroan untuk menambah sebanyak 7 gerai hingga akhir tahun.
"Kenaikan upah itu sudah masuk ke peningkatan beban usaha yang sudah diperhitungkan. Jadi, kita tidak masalah. Ini juga didukung dengan rencana kami menambah gerai," sambung dia.
Lebih lanjut dia memandang, dengan kenaikan UMP DKI Jakarta, perseroan justru optimistis penjulan akan meningkat. Pasalnya, hal tersebut akan meningkatkan daya beli masyarakat kelas menengah.
"Kenaikan UMP itu bisa kita asumsikan berarti daya beli masyarakat kan juga meningkat. Jadi kita optimis pembelian juga meningkat. Apalagi, 28 persen omset kita dari Jabotabek. Itu cukup besar ya, jadi kita optimis," tandasnya.
Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada 20 November 2012 menetapkan UMP DKI Jakarta 2013 sebesar Rp2,2 juta atau naik sekitar 44 persen dari UMP tahun ini yang Rp1,529 juta. Akibat keputusan tersebut, kalangan pengusaha mengancam akan hengkang ke daerah lain.
(rna)
Lihat Juga :