Kelangkaan BBM tidak terjadi di Yogyakarta
Selasa, 27 November 2012 - 18:23 WIB
Kelangkaan BBM tidak terjadi di Yogyakarta
A
A
A
Sindonews.com - Kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di beberapa daerah, tidak berpengaruh di Yogyakarta. Terbukti aktivitas di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) masih terlihat normal dan belum ada antrean. Salah satunya di SPBU Semaki Jl Kusumangera Yogyakarta.
Di tempat ini, selain untuk pasokan BBM dari Pertamina tidak ada pengurangan, kuota yang diberikan juga tidak semuanya habis terpakai pada hari itu. Dengan kondisi ini, maka stok BBM tidak akan kekurangan dan dipastikan akan mencukupi hingga akhir tahun 2012.
“Untuk BBM di tempat kami tidak ada masalah dan tidak kekurangan,” ungkap petugas SPBU Semaki, Endro Sunarto, Selasa (27/11/2012).
Endro menjelaskan setiap hari SPBU Semaki, mendapatkan pasokan BBM, khususnya premium dari Pertamina 16 kiloliter (kl), dari jumlah ini rata-rata masih tersisa antara dua hingga empat kl per hari dan secara akumulasi setiap minggunya akan ada stok BBM premium 25 kl. Sehingga persediaan BBM dipastikan aman dan stabil.
“Selain itu, jika stok kami menipis, untuk kuota bisa minta tambahan kuota dua kali lipat dibadingkan hari biasa, yaitu jadi 32 kl,” jelasnya.
Disinggung soal rencana hari tanpa BBM bersubsidi, 2 Desember mendatang. Menurut Endro jika hal itu dilaksanakan, dipastikan akan terjadi kendala. Sebab biasanya akan terjadi pembelian secara besar-besaran menjelang pemberlakukan kebijakan tersebut. Namun begitu, tetap akan melaksanakan keputusan dari pusat.
Sales Area Manager Pertamina DIY Ruslan Wino Marbun mengatakan meskipun konsumsi BBM sudah mendekati limit, tetapi pasokan BBM di DIY masih mencukupi hingga akhir tahun ini. Selain tidak melakukan pembatasan distribusi BBM ke SPBU karena sudah membeli sesuai dengan kuota yang mereka butuhkan, Pertamina juga tidak mengarahkan SPBU untuk membatasi pembeliaan BBM.
“Untuk itu, kami mengharapkan masyarakat DIY tidak terpancing dengan kerawanan BBM yang terjadi di daerah lain. Karena nantinya akan memicu aksi pembeliaan BBM besar-besaran hingga penimbunan," paparnya.
Berdasarkan data konsumsi premium bersubsidi di DIY per 18 November dari kuota 494475 kl, sudah terpakai 441 ribu kl atau 89%, sehingga masih tersisa 52475 kl atau 11%. Sehingga dengan sisa premium tersebut dipastikan pasokan BBM masih mencukupi hingga akhir tahun 2012. “Agar tidak terjadi kelangkaan BBM, kami juga melakukan monitoring pasokan di setiap SPBU di DIY,” janjinya.
Angota komisi B DPRD Yogyakarta M Syafi’i mengatakan agar di Yogyakarta tidak terjadi kelangkaan BBM, maka pemerintah kota (pemkot) harus segera melakukan antisipasi dan yang lebih penting lagi melakkan tindakan tegas kepada mereka yang melakukan pelanggaran. Sehingga dengan langkah ini diharapkan tidak akan terjadi gejolak soal BBM di Yogyakarta.
Di tempat ini, selain untuk pasokan BBM dari Pertamina tidak ada pengurangan, kuota yang diberikan juga tidak semuanya habis terpakai pada hari itu. Dengan kondisi ini, maka stok BBM tidak akan kekurangan dan dipastikan akan mencukupi hingga akhir tahun 2012.
“Untuk BBM di tempat kami tidak ada masalah dan tidak kekurangan,” ungkap petugas SPBU Semaki, Endro Sunarto, Selasa (27/11/2012).
Endro menjelaskan setiap hari SPBU Semaki, mendapatkan pasokan BBM, khususnya premium dari Pertamina 16 kiloliter (kl), dari jumlah ini rata-rata masih tersisa antara dua hingga empat kl per hari dan secara akumulasi setiap minggunya akan ada stok BBM premium 25 kl. Sehingga persediaan BBM dipastikan aman dan stabil.
“Selain itu, jika stok kami menipis, untuk kuota bisa minta tambahan kuota dua kali lipat dibadingkan hari biasa, yaitu jadi 32 kl,” jelasnya.
Disinggung soal rencana hari tanpa BBM bersubsidi, 2 Desember mendatang. Menurut Endro jika hal itu dilaksanakan, dipastikan akan terjadi kendala. Sebab biasanya akan terjadi pembelian secara besar-besaran menjelang pemberlakukan kebijakan tersebut. Namun begitu, tetap akan melaksanakan keputusan dari pusat.
Sales Area Manager Pertamina DIY Ruslan Wino Marbun mengatakan meskipun konsumsi BBM sudah mendekati limit, tetapi pasokan BBM di DIY masih mencukupi hingga akhir tahun ini. Selain tidak melakukan pembatasan distribusi BBM ke SPBU karena sudah membeli sesuai dengan kuota yang mereka butuhkan, Pertamina juga tidak mengarahkan SPBU untuk membatasi pembeliaan BBM.
“Untuk itu, kami mengharapkan masyarakat DIY tidak terpancing dengan kerawanan BBM yang terjadi di daerah lain. Karena nantinya akan memicu aksi pembeliaan BBM besar-besaran hingga penimbunan," paparnya.
Berdasarkan data konsumsi premium bersubsidi di DIY per 18 November dari kuota 494475 kl, sudah terpakai 441 ribu kl atau 89%, sehingga masih tersisa 52475 kl atau 11%. Sehingga dengan sisa premium tersebut dipastikan pasokan BBM masih mencukupi hingga akhir tahun 2012. “Agar tidak terjadi kelangkaan BBM, kami juga melakukan monitoring pasokan di setiap SPBU di DIY,” janjinya.
Angota komisi B DPRD Yogyakarta M Syafi’i mengatakan agar di Yogyakarta tidak terjadi kelangkaan BBM, maka pemerintah kota (pemkot) harus segera melakukan antisipasi dan yang lebih penting lagi melakkan tindakan tegas kepada mereka yang melakukan pelanggaran. Sehingga dengan langkah ini diharapkan tidak akan terjadi gejolak soal BBM di Yogyakarta.
(gpr)
Lihat Juga :