Wamen ESDM minta BPH Migas maklum
Rabu, 28 November 2012 - 08:43 WIB
Wamen ESDM minta BPH Migas maklum
A
A
A
Sindonews.com - Baru-baru ini, program pengendalian pasokan bahan bakar minyak (BBM) subsidi (kitir) dan Sehari Tanpa BBM Subsidi yang diadakan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dibatalkan oleh pemerintah.
Terkait pembatalan kedua program ini, Wakil Menteri (Wamen) ESDM Rudi Rubiandini meminta BPH Migas untuk maklum. Pasalnya, situasi saat ini dinilai tidak kondusif untuk menjalankan program-program BPH Migas tersebut.
"Yang kita harapkan sebenarnya kondusif dari masyarakat tapi kalau masyarakatnya tidak kondusif, ya terus terjadi chaos (kekacauan), bagaimana?," terang Rudi Rubiandini di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (27/11/2012) malam.
Rudi menambahkan, seandainya masyarakat golongan mampu sadar dengan sendirinya bahwa BBM subsidi itu untuk golongan tidak mampu, maka BPH Migas maupun Pertamina tidak perlu repot-repot membuat program-program seperti kitir dan Sehari Tanpa BBM Subsidi.
"Kalau masyarakatnya mau, yang kaya-kaya tidak membeli premium, tidak perlu ada pembatasan yang diberikan BPH maupun Pertamina. Itu yang jadi masalah. Jadi, masalah di negeri ini adalah moral value (nilai moral)," imbuhnya.
Seperti diketahui, Menteri ESDM Jero Wacik baru saja mengumumkan pembatalan rencana Hari Bebas BBM Subsidi yang direncanakan akan diselenggarakan 2 Desember 2012 mendatang. Jero menilai, program tersebut terlalu ribet dan hasilnya tidak signifikan.
"Enggak (hari bebas BBM subsidi), setelah dihitung, kalau sehari, tidak banyak juga yang dihemat. Ribetnya keras, hasilnya sedikit," ujar Jero.
Sebelumnya, Pertamina menyatakan penghentian kitir sejak 25 November 2012 akibat timbulnya dampak sosial yang mengkhawatirkan di beberapa daerah.
“Dengan memperhatikan perkembangan situasi sosial di daerah-daerah pascakebijakan tersebut, dan mempertimbangkan kepentingan nasional yang lebih besar kami memutuskan terhitung mulai 25 November 2012, Pertamina menyetop kebijakan pengendalian pasokan BBM,” tutur VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir beberapa waktu lalu.
Terkait pembatalan kedua program ini, Wakil Menteri (Wamen) ESDM Rudi Rubiandini meminta BPH Migas untuk maklum. Pasalnya, situasi saat ini dinilai tidak kondusif untuk menjalankan program-program BPH Migas tersebut.
"Yang kita harapkan sebenarnya kondusif dari masyarakat tapi kalau masyarakatnya tidak kondusif, ya terus terjadi chaos (kekacauan), bagaimana?," terang Rudi Rubiandini di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (27/11/2012) malam.
Rudi menambahkan, seandainya masyarakat golongan mampu sadar dengan sendirinya bahwa BBM subsidi itu untuk golongan tidak mampu, maka BPH Migas maupun Pertamina tidak perlu repot-repot membuat program-program seperti kitir dan Sehari Tanpa BBM Subsidi.
"Kalau masyarakatnya mau, yang kaya-kaya tidak membeli premium, tidak perlu ada pembatasan yang diberikan BPH maupun Pertamina. Itu yang jadi masalah. Jadi, masalah di negeri ini adalah moral value (nilai moral)," imbuhnya.
Seperti diketahui, Menteri ESDM Jero Wacik baru saja mengumumkan pembatalan rencana Hari Bebas BBM Subsidi yang direncanakan akan diselenggarakan 2 Desember 2012 mendatang. Jero menilai, program tersebut terlalu ribet dan hasilnya tidak signifikan.
"Enggak (hari bebas BBM subsidi), setelah dihitung, kalau sehari, tidak banyak juga yang dihemat. Ribetnya keras, hasilnya sedikit," ujar Jero.
Sebelumnya, Pertamina menyatakan penghentian kitir sejak 25 November 2012 akibat timbulnya dampak sosial yang mengkhawatirkan di beberapa daerah.
“Dengan memperhatikan perkembangan situasi sosial di daerah-daerah pascakebijakan tersebut, dan mempertimbangkan kepentingan nasional yang lebih besar kami memutuskan terhitung mulai 25 November 2012, Pertamina menyetop kebijakan pengendalian pasokan BBM,” tutur VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir beberapa waktu lalu.
(rna)
Lihat Juga :