Kementerian PU anggarkan Rp6 T
Rabu, 28 November 2012 - 09:41 WIB
Kementerian PU anggarkan Rp6 T
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan anggaran senilai Rp6 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2013 untuk penanganan banjir tahun depan.
Sementara, anggaran penanganan banjir tahun ini hanya dialokasikan sebesar Rp600 miliar. Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Mohammad Hasan mengatakan, dari alokasi anggaran total Rp6 triliun tersebut, sebesar Rp1 triliun dialokasikan untuk penanganan banjir di wilayah Jabodetabek.
”Kawasan lainnya, yang menjadi prioritas dalam penanganan banjir tahun depan yakni normalisasi Bengawan Solo dan penanganan dan normalisasi kali Citarum dan pembenahan kawasan sepanjang kali tersebut,” kata Hasan di Jakarta kemarin.
Dia mengatakan, kegiatan pembangunan infrastruktur penanganan banjir di Jakarta bakal dirampungkan pada 2017, sesuai dengan rencana jangka menengah periode 2012–2017. Kawasan titik rawan banjir di Jakarta yang saat ini mencapai 56 titik yang umumnya terbanyak di kawasan Jakarta Utara.
Menurut Hassan, pascarampungnya kegiatan konstruksi itu diperkirakan hanya akan tersisa 11 kawasan yang hanya rawan genangan di dataran rendah wilayah Jakarta Utara.
”Nantinya,penanganan 11 kawasan ini akan digunakan dengan sistem pompa dan lokal drainase. Sedangkan, dengan penanganan infrastruktur hingga 2017, diharapkan titik rawan banjir, bisa ditekan,” ujarnya.
Tahun ini, imbuh dia, proyek penanganan yang diprioritaskan adalah normalisasi tiga kali besar,yaitu Pesanggrahan, Angke, dan Sunter, dengan target selesai pada tahun 2014. Selain itu, pemerintah sudah mulai melaksanakan kegiatan revitalisasi 182 situ di Jabodetabek, dengan kegiatan multitahun hingga 2017.
Sementara, anggaran penanganan banjir tahun ini hanya dialokasikan sebesar Rp600 miliar. Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Mohammad Hasan mengatakan, dari alokasi anggaran total Rp6 triliun tersebut, sebesar Rp1 triliun dialokasikan untuk penanganan banjir di wilayah Jabodetabek.
”Kawasan lainnya, yang menjadi prioritas dalam penanganan banjir tahun depan yakni normalisasi Bengawan Solo dan penanganan dan normalisasi kali Citarum dan pembenahan kawasan sepanjang kali tersebut,” kata Hasan di Jakarta kemarin.
Dia mengatakan, kegiatan pembangunan infrastruktur penanganan banjir di Jakarta bakal dirampungkan pada 2017, sesuai dengan rencana jangka menengah periode 2012–2017. Kawasan titik rawan banjir di Jakarta yang saat ini mencapai 56 titik yang umumnya terbanyak di kawasan Jakarta Utara.
Menurut Hassan, pascarampungnya kegiatan konstruksi itu diperkirakan hanya akan tersisa 11 kawasan yang hanya rawan genangan di dataran rendah wilayah Jakarta Utara.
”Nantinya,penanganan 11 kawasan ini akan digunakan dengan sistem pompa dan lokal drainase. Sedangkan, dengan penanganan infrastruktur hingga 2017, diharapkan titik rawan banjir, bisa ditekan,” ujarnya.
Tahun ini, imbuh dia, proyek penanganan yang diprioritaskan adalah normalisasi tiga kali besar,yaitu Pesanggrahan, Angke, dan Sunter, dengan target selesai pada tahun 2014. Selain itu, pemerintah sudah mulai melaksanakan kegiatan revitalisasi 182 situ di Jabodetabek, dengan kegiatan multitahun hingga 2017.
(rna)
Lihat Juga :