Aturan Menteri Perhubungan segera direvisi

Rabu, 28 November 2012 - 09:46 WIB
Aturan Menteri Perhubungan...
Aturan Menteri Perhubungan segera direvisi
A A A
Sindonews.com - Kementerian Kordinator Perekonomian (Kemenko) bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera merampungkan revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 91 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian.

Ini dilakukan untuk mempercepat proyek pembangunan jalur ganda kereta (double track) pengangkut batu bara dari Lahat ke Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan.

“Kita bersama Kementerian Perhubungan sedang membahas aturan untuk angkutan kereta api yang bisa mengangkut multi-comodity. Kalau sekarang, seakan-akan cuma satu saja jenis barang komoditas yang diangkut kereta api, sehingga pemerintah akan mengembangkan kereta api yang bisa mengangkut multi-comodity agar secara keekonomian bisa berjalan. Jadi, peraturan itu berpotensi direvisi dalam waktu yang cepat nanti,” ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa dalam siaran persnya kemarin.

Hatta menjelaskan, pembangunan jalur kereta api multi-comodity yang rutenya dari Lahat ke Pelabuhan Tanjung Api-Api, Sumsel, melibatkan investasi dari pihak swasta. Nilai investasi pembangunan jalur ganda kereta api tersebut sekitar USD2,5 miliar dengan skema kerja sama business to business.

Lebih lanjut Hatta menegaskan, demi mendukung program MP3EI, pemerintah akan meresmikan pembangunan (ground breaking) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke, Sumatera Utara, pada bulan Desember 2012.

Ground breaking Sei Mangke direncanakan bulan Desember. Perusahaan mulai masuk ke wilayah situ, kita mulai dari PT Unilever Oleochemical Indonesia yang berkomitmen untuk bernivestasi di Sei Mangke,” papar alumnus ITB tahun 1973 ini.

Sementara, untuk jalan tol trans Sumatera,Hatta menyatakan, prosesnya dilakukan secara bertahap dilakukan oleh BUMN. “Dari Kementerian BUMN mengajukan penyertaan modal negara senilai Rp5 triliun dan ini sedang dibahas,” tegasnya.

Basis Kewirausahaan

Di sisi lain, Hatta mengatakan, Kemenko Perekonomian akan mengembangkan program berbasis kewirausahaan dengan menggandeng organisasi kepemudaan (OKP), di antaranya mengajak Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). “Mari bersinergi. Saya yang mendapat amanah ingin bersinergi untuk mengembangkan kewirausahaan,” katanya.

Menurut Hatta, ada dua hal yang harus dilakukan dalam bidang kewirausahaan. Pertama, mengembangkan jiwa kewirausahaan.Kedua,mengembangkan sikap kreatif dan inovatif. “Kita siapkan program untuk mendukung dua hal tersebut,” jelas dia.

Apalagi, dia menjelaskan, mulai tahun 2014 pihaknya melarang barang mentah kekayaan alam negeri ini diekspor. Hal itu, dilakukan untuk mendorong kreativitas dan inovasi generasi muda memproduksi komoditas ekspor.

“Dukungan dari semua pihak untuk mendorong mereka berwirausaha dengan kreatif dan inovatif adalah keharusan saat ini menghadapi perekonomian global,” paparnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tahap II, Kemenag Salurkan...
Tahap II, Kemenag Salurkan 4,6 Juta Bantuan Paket Data untuk Siswa Madrasah
Kelembagaan dan Kebijakan...
Kelembagaan dan Kebijakan Ekonomi
Kemendagri Dorong Percepatan...
Kemendagri Dorong Percepatan Penataan dan Registrasi Posyandu
Kemenag Segera Miliki...
Kemenag Segera Miliki Instrumen Asesmen Kompetensi Madrasah
Kemendes PDT dan Transmigrasi...
Kemendes PDT dan Transmigrasi Ajak ISSF Sosialisasikan PP No. 11/2021 Terkait Kelembagaan BUMDES
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Berita Terkini
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
5 menit yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
2 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
2 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
3 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
3 jam yang lalu
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
5 jam yang lalu
Infografis
Aturan Seragam Sekolah...
Aturan Seragam Sekolah 2026: Panduan Lengkap SD, SMP, hingga SMA/SMK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved