Hippi ajak media perkuat ekonomi kebangsaan
Rabu, 28 November 2012 - 10:06 WIB
Hippi ajak media perkuat ekonomi kebangsaan
A
A
A
Sindonews.com - Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) mengajak industri media untuk bersama-sama memperkuat ekonomi kebangsaan. Salah satunya dengan memajukan sektor industri kreatif Indonesia yang belum sepenuhnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Ketua Umum DPP Hippi Suryani Motik mengatakan, populasi penduduk yang besar, ditambah bonus demografi, sebetulnya menjadikan Indonesia pasar yang seksi. Potensi ini menjadi incaran banyak negara luar, yang ditandai banyaknya investasi asing masuk ke dalam negeri. Namun, imbuh dia, jika tidak dikelola dengan baik, bukan mustahil masyarakat hanya akan menjadi objek pasar.
“Investasi asing masuk boleh saja, tapi kenikmatan terbesar tetap harus ada di pihak bangsa dan negara kita. Maka itu, kami lebih concern kepada ekonomi kebangsaan, supaya kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujarnya saat melakukan audiensi dengan jajaran direksi MNC Group di MNC Tower, Jakarta, kemarin.
Suryani mengungkapkan, Indonesia punya sumber daya manusia (SDM) kreatif yang melimpah. Namun, kurangnya apresiasi menyebabkan banyak insan kreatif potensial yang lari ke negara lain atau lebih banyak menggarap produk asing. Tak sedikit juga anak-anak muda yang tidak bisa mengeksekusi ide-ide kreatifnya lantaran terhambat permodalan.
“Ini berbeda dengan di negara maju seperti Jepang,di mana ide kreatif benar-benar didorong dan diakomodasi,” tandasnya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Global Mediacom Budi Rustanto mengatakan, terbuka dan siap menampung ide-ide kreatif. Menurutnya, MNC Group selaku industri media terintegrasi dan terbesar di Asia Tenggara selama ini juga memiliki keberpihakan yang cukup besar terhadap program-program hasil karya kreatif dari dalam negeri.
Sebagai contoh, ungkap Budi, pihaknya mengapresiasi karya animasi lokal dengan meluncurkan program kompetisi animasi bagi para animator dalam negeri. Belum lama ini, MNC juga meluncurkan kanal MNC Fashion yang juga menayangkan produk-produk fesyen dari dalam negeri.
Tak lama lagi, ujar Budi, MNC juga akan meluncurkan kanal MNC Travel yang akan menayangkan kekayaan objek wisata Tanah Air.
Ketua Umum DPP Hippi Suryani Motik mengatakan, populasi penduduk yang besar, ditambah bonus demografi, sebetulnya menjadikan Indonesia pasar yang seksi. Potensi ini menjadi incaran banyak negara luar, yang ditandai banyaknya investasi asing masuk ke dalam negeri. Namun, imbuh dia, jika tidak dikelola dengan baik, bukan mustahil masyarakat hanya akan menjadi objek pasar.
“Investasi asing masuk boleh saja, tapi kenikmatan terbesar tetap harus ada di pihak bangsa dan negara kita. Maka itu, kami lebih concern kepada ekonomi kebangsaan, supaya kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujarnya saat melakukan audiensi dengan jajaran direksi MNC Group di MNC Tower, Jakarta, kemarin.
Suryani mengungkapkan, Indonesia punya sumber daya manusia (SDM) kreatif yang melimpah. Namun, kurangnya apresiasi menyebabkan banyak insan kreatif potensial yang lari ke negara lain atau lebih banyak menggarap produk asing. Tak sedikit juga anak-anak muda yang tidak bisa mengeksekusi ide-ide kreatifnya lantaran terhambat permodalan.
“Ini berbeda dengan di negara maju seperti Jepang,di mana ide kreatif benar-benar didorong dan diakomodasi,” tandasnya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Global Mediacom Budi Rustanto mengatakan, terbuka dan siap menampung ide-ide kreatif. Menurutnya, MNC Group selaku industri media terintegrasi dan terbesar di Asia Tenggara selama ini juga memiliki keberpihakan yang cukup besar terhadap program-program hasil karya kreatif dari dalam negeri.
Sebagai contoh, ungkap Budi, pihaknya mengapresiasi karya animasi lokal dengan meluncurkan program kompetisi animasi bagi para animator dalam negeri. Belum lama ini, MNC juga meluncurkan kanal MNC Fashion yang juga menayangkan produk-produk fesyen dari dalam negeri.
Tak lama lagi, ujar Budi, MNC juga akan meluncurkan kanal MNC Travel yang akan menayangkan kekayaan objek wisata Tanah Air.
(rna)
Lihat Juga :