Bangun FSRU Lampung, PGAS siapkan USD250 juta
Rabu, 28 November 2012 - 14:51 WIB
Bangun FSRU Lampung, PGAS siapkan USD250 juta
A
A
A
Sindonews.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) berencana membangun terminal penampung dan regasifikasi (Floating Storage Regasification Unit/FSRU) di Labuhan Maringgai, Lampung dengan dana investasi sebesar USD 200-250 juta. FSRU tersebut diharapkan beroperasi pada awal tahun 2015.
"Nilai investasi untuk FSRU Lampung sebesar USD200-250 juta," ujar Direktur Keuangan PGAS Riza Pahlevi saat ditemui dalam acara Investor Summit 2012 di Pacific Place, Jakarta Rabu (28/11/2012).
Untuk pembangunan FSRU tersebut, perusahaan gas pelat merah tersebut telah berkerja sama dengan Hoegh LNG Ltd dan PT Rekayasa Industri. Riza mengatakan, dana investasi tersebut berasal dari kas internal perusahaan. "Saat ini kita masih memakai dana kas dari perseroan," ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Manajemen Resiko PGAS Wahid Sutopo mengatakan, pembangunan FSRU tersebut dipindahkan ke Lampung karena adanya amandemen kontrak atas keputusan dari pemerintah.
"Dulu kan rencananya mau dibangun di Belawan, Medan. Kemudian karena ada keputusan dari pemerintah untuk memindahkannya ke Lampung. Ada amandemen kontraknya supaya itu bisa dipindahkan ke Lampung," katanya.
Wahid menambahkan, pembangunan FSRU tersebut diperkirakan selesai pada akhir tahun 2014, sehingga pada awal tahun 2015 FSRU tersebut dapat beroperasi. "Rencana penyelesaiannya di awal tahun 2015. Nanti akan kita update lagi," pungkasnya.
"Nilai investasi untuk FSRU Lampung sebesar USD200-250 juta," ujar Direktur Keuangan PGAS Riza Pahlevi saat ditemui dalam acara Investor Summit 2012 di Pacific Place, Jakarta Rabu (28/11/2012).
Untuk pembangunan FSRU tersebut, perusahaan gas pelat merah tersebut telah berkerja sama dengan Hoegh LNG Ltd dan PT Rekayasa Industri. Riza mengatakan, dana investasi tersebut berasal dari kas internal perusahaan. "Saat ini kita masih memakai dana kas dari perseroan," ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Manajemen Resiko PGAS Wahid Sutopo mengatakan, pembangunan FSRU tersebut dipindahkan ke Lampung karena adanya amandemen kontrak atas keputusan dari pemerintah.
"Dulu kan rencananya mau dibangun di Belawan, Medan. Kemudian karena ada keputusan dari pemerintah untuk memindahkannya ke Lampung. Ada amandemen kontraknya supaya itu bisa dipindahkan ke Lampung," katanya.
Wahid menambahkan, pembangunan FSRU tersebut diperkirakan selesai pada akhir tahun 2014, sehingga pada awal tahun 2015 FSRU tersebut dapat beroperasi. "Rencana penyelesaiannya di awal tahun 2015. Nanti akan kita update lagi," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :