Antrean BBM di lahat didominasi truk batubara
Rabu, 28 November 2012 - 20:51 WIB
Antrean BBM di lahat didominasi truk batubara
A
A
A
Sindonews.com - Dampak menghilangnya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di sejumlah tempat di Indonesia ternyata belum terlalu terlihat di Kabupaten Lahat, Sumatera Utara. Kendati demikian, antrean kendaraan yang masih didominasi oleh truk batubara tetap terjadi di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
SPBU yang terletak di kawasan Lembayung, misalnya, nampak lengang dan longgar. Antrian memang tetap ada, tapi tak masuk dalam klasifikasi padat marayap. Kondisi ini memang sangat jarang ditemui akhir-akhir ini. Mengingat hampir seluruh SPBU di Kabupaten Lahat, yang melayani kendaraan industri ataupun umum dalam mengisi bahan bakar minyak (BBM) dihiasi pemandangan antrian kendaraan berukur kecil, sedang dan besar sekalipun, yang mengisi jatah solar.
“Memang aneh untuk hari ini, biasanya antrian menyebabkan macet itu. Tapi untuk hari ini lancar,” ujar pengemudi truk, Suwarno, di Lahat, Rabu (28/11/2012).
Jika masuk masa parahnya, khususnya dimalam hari, tak jarang antrian kendaraan terjadi, dengan pajang antrian bahkan hingga sekitar 1 kilometer di setiap SPBU. Sebab untuk mendapatkan jatah solar, setiap sopir kendaraan harus rela antrian hingga 2 jam.
Bahkan, saat tiba mengisi solar, ada sopir tidak kebagian, lantaran stok solar di SPBU sudah keburu habis. Antrian memang biasanya terjadi di waktu malam hari, dengan pertimbangan cuaca yang tak panas lagi, serta juga tak mengganggu waktu kerja. Meskipun tak jarang, misalnya di waktu pagi hari, antrian tetap saja panjang dan menimbulkan kemacetan.
Jamil Hasan, 32 warga Lembayung meminta kepada pihak terkait, khususnya pemerintah atau bagian yang memiliki kewenangan dalam hal ini, untuk bias lebih cepat mencari solusi terbaik kedepan, sehingga tak banyak pihak yang dirugikan, terutama kelancaran lalulintas.
Sementara itu, KBO Satlantas Polres Lahat, Iptu Herdi Fahrudin tidak membantah jika kondisi antrian masih belum mengular. Hanya saja saat ini pihaknya terus berupaya untuk tetap mengamankan lalulintas. Namun jika kondisi ini jika hanya semata dilimpahkan tanggung jawab ke pihaknya, jelas tidak akan maksimal.
“Seharusnya di lapangan masing-masing menyiapkan petugas yang mengatur di lapangannya, khususnya kondisi lalulintas di waktu-waktu yang memang dibutuhkan. Petugas Satlantas sebenarnya siap saja membackup kondisi dilapangannya, namun jelas tak bias selalu standby dilapangan,” tegas Herdi mewakili Kapolres Lahat, AKBP Benny Subandi.
Bagi pengendara yang hendak antripun, Herdi menghimbau agar kiranya tetap menghormati dan menaati kaidah aturan laulintas yang ada. “Jangan lupakan aturan laulintas, demi kelancaran bersama,” pungkasnya.
SPBU yang terletak di kawasan Lembayung, misalnya, nampak lengang dan longgar. Antrian memang tetap ada, tapi tak masuk dalam klasifikasi padat marayap. Kondisi ini memang sangat jarang ditemui akhir-akhir ini. Mengingat hampir seluruh SPBU di Kabupaten Lahat, yang melayani kendaraan industri ataupun umum dalam mengisi bahan bakar minyak (BBM) dihiasi pemandangan antrian kendaraan berukur kecil, sedang dan besar sekalipun, yang mengisi jatah solar.
“Memang aneh untuk hari ini, biasanya antrian menyebabkan macet itu. Tapi untuk hari ini lancar,” ujar pengemudi truk, Suwarno, di Lahat, Rabu (28/11/2012).
Jika masuk masa parahnya, khususnya dimalam hari, tak jarang antrian kendaraan terjadi, dengan pajang antrian bahkan hingga sekitar 1 kilometer di setiap SPBU. Sebab untuk mendapatkan jatah solar, setiap sopir kendaraan harus rela antrian hingga 2 jam.
Bahkan, saat tiba mengisi solar, ada sopir tidak kebagian, lantaran stok solar di SPBU sudah keburu habis. Antrian memang biasanya terjadi di waktu malam hari, dengan pertimbangan cuaca yang tak panas lagi, serta juga tak mengganggu waktu kerja. Meskipun tak jarang, misalnya di waktu pagi hari, antrian tetap saja panjang dan menimbulkan kemacetan.
Jamil Hasan, 32 warga Lembayung meminta kepada pihak terkait, khususnya pemerintah atau bagian yang memiliki kewenangan dalam hal ini, untuk bias lebih cepat mencari solusi terbaik kedepan, sehingga tak banyak pihak yang dirugikan, terutama kelancaran lalulintas.
Sementara itu, KBO Satlantas Polres Lahat, Iptu Herdi Fahrudin tidak membantah jika kondisi antrian masih belum mengular. Hanya saja saat ini pihaknya terus berupaya untuk tetap mengamankan lalulintas. Namun jika kondisi ini jika hanya semata dilimpahkan tanggung jawab ke pihaknya, jelas tidak akan maksimal.
“Seharusnya di lapangan masing-masing menyiapkan petugas yang mengatur di lapangannya, khususnya kondisi lalulintas di waktu-waktu yang memang dibutuhkan. Petugas Satlantas sebenarnya siap saja membackup kondisi dilapangannya, namun jelas tak bias selalu standby dilapangan,” tegas Herdi mewakili Kapolres Lahat, AKBP Benny Subandi.
Bagi pengendara yang hendak antripun, Herdi menghimbau agar kiranya tetap menghormati dan menaati kaidah aturan laulintas yang ada. “Jangan lupakan aturan laulintas, demi kelancaran bersama,” pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :