Indofood siapkan USD250 juta
Kamis, 29 November 2012 - 10:02 WIB
Indofood siapkan USD250 juta
A
A
A
Sindonews.com - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menyiapkan dana USD250 juta untuk mengembangkan bisnis perkebunan pada 2013. Dana tersebut digunakan untuk pembibitan hingga pembangunan infrastruktur.
“Dana sebesar itu dipergunakan untuk menyiapkan kebun kelapa sawit seluas 10.000–15.000 hektare (ha),” ujar Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Werianty Setiawan di Jakarta kemarin.
Seperti diketahui, kegiatan usaha agrobisnis perseroan dijalankan PT Salim Ivomas Pratama Tbk dan PT Perkebunan London Sumatera Indonesia Tbk. Pada kuartal III/2012 kelompok usaha strategis agrobisnis memberikan kontribusi 25 persen terhadap penjualan neto konsolidasi perseroan.
Grup agrobisnis mencatat pertumbuhan total nilai penjualan 12,5 persen, terutama didorong oleh pertumbuhan volume divisi perkebunan dan minyak goreng dan lemak nabati. Sementara, pada kuartal III/2012, lanjut Werianty, perseroan telah merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp3,2 triliun dari rencana capex 2013 sebesar Rp6,4 triliun.
Dana sebesar itu dipergunakan untuk kelompok usaha strategis agrobisnis, infrastruktur dan ICBP. Perseroan baru menyelesaikan pembangunan pabrik susu dan snack serta menambah kapasitas dan pabrik sambal di Semarang. Tahun ini, ungkap dia, perseroan dalam proses penyelesaian pembangunan pabrik susu senilai USD130 juta, pabrik snack USD30 juta, dan pabrik sambal.
Perseroan menargetkan pabrik-pabrik tersebut bisa diselesaikan pada 2014. INDF membukukan penjualan neto konsolidasi Rp37,26 triliun, meningkat 10,3 persen dari Rp33,77 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“Dana sebesar itu dipergunakan untuk menyiapkan kebun kelapa sawit seluas 10.000–15.000 hektare (ha),” ujar Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Werianty Setiawan di Jakarta kemarin.
Seperti diketahui, kegiatan usaha agrobisnis perseroan dijalankan PT Salim Ivomas Pratama Tbk dan PT Perkebunan London Sumatera Indonesia Tbk. Pada kuartal III/2012 kelompok usaha strategis agrobisnis memberikan kontribusi 25 persen terhadap penjualan neto konsolidasi perseroan.
Grup agrobisnis mencatat pertumbuhan total nilai penjualan 12,5 persen, terutama didorong oleh pertumbuhan volume divisi perkebunan dan minyak goreng dan lemak nabati. Sementara, pada kuartal III/2012, lanjut Werianty, perseroan telah merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp3,2 triliun dari rencana capex 2013 sebesar Rp6,4 triliun.
Dana sebesar itu dipergunakan untuk kelompok usaha strategis agrobisnis, infrastruktur dan ICBP. Perseroan baru menyelesaikan pembangunan pabrik susu dan snack serta menambah kapasitas dan pabrik sambal di Semarang. Tahun ini, ungkap dia, perseroan dalam proses penyelesaian pembangunan pabrik susu senilai USD130 juta, pabrik snack USD30 juta, dan pabrik sambal.
Perseroan menargetkan pabrik-pabrik tersebut bisa diselesaikan pada 2014. INDF membukukan penjualan neto konsolidasi Rp37,26 triliun, meningkat 10,3 persen dari Rp33,77 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
(rna)
Lihat Juga :