SMGR tertarik akuisisi Baturaja
Kamis, 29 November 2012 - 10:10 WIB
SMGR tertarik akuisisi Baturaja
A
A
A
Sindonews.com - PT Semen Gresik (Persero) Tbk (SMGR) tertarik mengakuisisi kepemilikan saham PT Semen Baturaja (Persero).
Rencana akuisisi ini untuk memperbaiki posisi Semen Gresik serta mendapat nilai tambah. ”Kami melihat ada potensi untuk beli saham yang bukan berasal dari saham IPO, namun di kesempatan lainnya, ” ujar Direktur Utama SMGR Dwi Soetjipto di sela-sela Investor Summit 2012 di Jakarta kemarin.
Dia menjelaskan, semen Baturaja memiliki potensi untuk memperbaiki posisi Semen Gresik dalam membangun sinergi dan nilai tambah secara bersama-sama. Aksi korporasi perusahaan plat merah ini masih menunggu keputusan pemerintah.
”Proses itu bisa kapan saja, karena komisaris dan pemegang saham sangat fleksibel,” paparnya. Dwi mengakui, rencana akuisisi ini belum masuk dalam rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) 2013.
Perseroan pun akan mempelajari untuk membeli melalui penawaran umum saham perdana (inital public offering/IPO) Semen Baturaja.
Dia juga memaparkan, perseroan menargetkan produksi 26 juta ton pada 2013, atau naik 18 persen dibandingkan target tahun ini sebesar 22,2 juta ton. Hal itu ditopang dari pertumbuhan permintaan semen yang dinilai masih cukup bagus dengan pertumbuhan 10–15 persen.
Untuk menyerap pertumbuhan tersebut, perseroan segera menyelesaikan Tonasa V dengan harapan Januari 2013 sudah bisa komersial. ”Saat ini Tonasa V masih dalam tahap uji coba,” ungkapnya.
Namun, lanjut Dwi, yang menjadi tantangan yakni dampak dari krisis global dan maraknya demo buruh. Kondisi ini bisa memberikan sentimen negatif kepada investor. Perseroan pun harus melakukan efisiensi konversi batu bara dari kalori tinggi ke rendah sebagai antisipasi adanya persaingan yang tinggi di sektor semen.
Sekretaris Perusahaan SMGR Agung Wiharto mengungkapkan, perseroan berencana untuk membangun pabrik baru dengan kapasitas 3 juta ton pada 2014. ”Saat ini dalam tahap pembangunan awal,” ungkapnya.
Dia melanjutkan, pembangunan pabrik packing plant di Papua,Wamena memiliki nilai investasi sebesar USD10–15 juta dan diharapkan beroperasi Desember 2012. Pasalnya,telah tersedia pelabuhan dengan kapasitas 10.000 dead weight ton (DWT) dengan rata-rata 300.000–600.000 DWT per tahun.
Rencana akuisisi ini untuk memperbaiki posisi Semen Gresik serta mendapat nilai tambah. ”Kami melihat ada potensi untuk beli saham yang bukan berasal dari saham IPO, namun di kesempatan lainnya, ” ujar Direktur Utama SMGR Dwi Soetjipto di sela-sela Investor Summit 2012 di Jakarta kemarin.
Dia menjelaskan, semen Baturaja memiliki potensi untuk memperbaiki posisi Semen Gresik dalam membangun sinergi dan nilai tambah secara bersama-sama. Aksi korporasi perusahaan plat merah ini masih menunggu keputusan pemerintah.
”Proses itu bisa kapan saja, karena komisaris dan pemegang saham sangat fleksibel,” paparnya. Dwi mengakui, rencana akuisisi ini belum masuk dalam rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) 2013.
Perseroan pun akan mempelajari untuk membeli melalui penawaran umum saham perdana (inital public offering/IPO) Semen Baturaja.
Dia juga memaparkan, perseroan menargetkan produksi 26 juta ton pada 2013, atau naik 18 persen dibandingkan target tahun ini sebesar 22,2 juta ton. Hal itu ditopang dari pertumbuhan permintaan semen yang dinilai masih cukup bagus dengan pertumbuhan 10–15 persen.
Untuk menyerap pertumbuhan tersebut, perseroan segera menyelesaikan Tonasa V dengan harapan Januari 2013 sudah bisa komersial. ”Saat ini Tonasa V masih dalam tahap uji coba,” ungkapnya.
Namun, lanjut Dwi, yang menjadi tantangan yakni dampak dari krisis global dan maraknya demo buruh. Kondisi ini bisa memberikan sentimen negatif kepada investor. Perseroan pun harus melakukan efisiensi konversi batu bara dari kalori tinggi ke rendah sebagai antisipasi adanya persaingan yang tinggi di sektor semen.
Sekretaris Perusahaan SMGR Agung Wiharto mengungkapkan, perseroan berencana untuk membangun pabrik baru dengan kapasitas 3 juta ton pada 2014. ”Saat ini dalam tahap pembangunan awal,” ungkapnya.
Dia melanjutkan, pembangunan pabrik packing plant di Papua,Wamena memiliki nilai investasi sebesar USD10–15 juta dan diharapkan beroperasi Desember 2012. Pasalnya,telah tersedia pelabuhan dengan kapasitas 10.000 dead weight ton (DWT) dengan rata-rata 300.000–600.000 DWT per tahun.
(rna)
Lihat Juga :