Jokowi akan panggil dirut PT MRT
Kamis, 29 November 2012 - 15:36 WIB
Jokowi akan panggil dirut PT MRT
A
A
A
Sindonews.com - Buntut ketidakjelasan rapat pembahasan Mass Rapid Transit (MRT) yang berlangsung kemarin, berakhir dengan pemanggilan Direktur Utama PT MRT Jakarta Tri Budi Rahardjo oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.
"Nanti saya panggil lagi. Kalau kemarinkan dipanggil banyak- banyak orang. Nanti saya panggil sendiri Dirutnya. Saya akan suruh jelaskan apa yang masih menjadi keraguan saya," kata Joko Widodo di Balai Kota, Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Jokowi sapaan akrabnya menilai Pemaparan MRT kemarin belum memuaskan dan belum jelas. Sehingga pemaparan kemarin dianggap belum bisa menjawab pertanyaan darinya.
"Return of investment-nya, jumlah penumpang, rute belum jelas. Kemudian masalah non teknis lainnya. Kan masih banyak. Sosialiasi juga belum jelas," kata Jokowi.
Biaya tariff MRT sebesar Rp15 ribu, untuk menempuh perjalanan dari Lebak Bulus menuju Bundaran HI, juga menjadi bahan pertanyaan Jokowi kepada Direktur Utama MRT Jakarta Tri Budi Rahardjo.
"Tarif pun menjadi bahan pertanyaan saya kepada Direktur Utama MRT, karena terkait subsidi perorangan yang menggunakan jasa transportasi MRT. Proyek ini nilainya besar hingga mencapai triliun rupiah,” jelasnya.
"Nanti saya panggil lagi. Kalau kemarinkan dipanggil banyak- banyak orang. Nanti saya panggil sendiri Dirutnya. Saya akan suruh jelaskan apa yang masih menjadi keraguan saya," kata Joko Widodo di Balai Kota, Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Jokowi sapaan akrabnya menilai Pemaparan MRT kemarin belum memuaskan dan belum jelas. Sehingga pemaparan kemarin dianggap belum bisa menjawab pertanyaan darinya.
"Return of investment-nya, jumlah penumpang, rute belum jelas. Kemudian masalah non teknis lainnya. Kan masih banyak. Sosialiasi juga belum jelas," kata Jokowi.
Biaya tariff MRT sebesar Rp15 ribu, untuk menempuh perjalanan dari Lebak Bulus menuju Bundaran HI, juga menjadi bahan pertanyaan Jokowi kepada Direktur Utama MRT Jakarta Tri Budi Rahardjo.
"Tarif pun menjadi bahan pertanyaan saya kepada Direktur Utama MRT, karena terkait subsidi perorangan yang menggunakan jasa transportasi MRT. Proyek ini nilainya besar hingga mencapai triliun rupiah,” jelasnya.
(gpr)
Lihat Juga :