Kategori qualified ASEAN Bank didalami

Jum'at, 30 November 2012 - 09:42 WIB
Kategori qualified ASEAN...
Kategori qualified ASEAN Bank didalami
A A A
Sindonews.com - Mendapatkan kategori sebagai Qualified ASEAN Bank (QAB) tidak lantas membuat bank langsung berancang-ancang siapkan ekspansi ke luar Indonesia.

Perbankan masih memperhatikan sejumlah aturan yang berlaku di dalam maupun luar negeri, termasuk pasar domestik yang dinilai masih potensial.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan pembagian kategori bank berdasarkan modal inti, terdapat empat bank yang dapat mewakili Indonesia di ASEAN karena telah memiliki aset di atas Rp30 triliun, yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT BNI Tbk (BBNI).

QAB sengaja disiapkan Bank Indonesia (BI) dengan bertujuan mengantisipasi pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015 dan integrasi sektor keuangan ASEAN pada 2020. QAB ini nantinya dapat beroperasi secara penuh dalam skala ekonomis dan dapat melakukan ekspansi di sepuluh negara anggota ASEAN.

BCA, misalnya, meski mengaku masih mempertimbangkan keinginan ekspansi keluar Indonesia, Wakil Presiden Direktur BCA Eugene Keith Galbraith mengatakan, belum ada keputusan strategis yang diambil. Eugene melihat pasar di Indonesia masih sangat besar. Hal ini juga yang membuat bank asing berlomba-lomba masuk pasar Indonesia.

“Kami lihat bank asing ke sini karena mereka merasa pertumbuhan dan perkembangan ada di Indonesia. Kami pada dasarnya akan mendalami jaringan di Indonesia karena masih banyak yang tidak berbank dan perlu jasa keuangan,” ujarnya kemarin.

Direktur Konsumer & Retail Bank Mandiri Budi G Sadikin mengaku belum mengetahui detail gambaran QAB itu seperti apa, tapi jika diukur berdasarkan besaran aset, kesiapan dari sisi risk based, risk profile, good corporate governance, ataupun revenue, Mandiri, sangat siap antisipasi QAB tersebut.

Namun, lagi-lagi Mandiri meminta adanya kesetaraan perbankan yang ada di ASEAN. Budi menilai, dari segi regulasi bank di Indonesia cenderung sangat terbuka dari sisi regulasi sementara di negara lainnya cenderung mempersulit bank asing yang ingin masuk.

Seperti diketahui, bank dengan aset terbesar ini memiliki kendala pembukaan kantor cabang di luar negeri,seperti di Singapura, Malaysia, dan China. “Jadi,level playing fieldnya harus sama. Mereka mudah masuk dan besar di Indonesia tapi kita sulit dengan segala aturan,” paparnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Target Bank...
Pemerintah Target Bank Syariah Indonesia Tbk Masuk Top 10 Dunia
Ada dari Negara Tetangga,...
Ada dari Negara Tetangga, Berikut 5 Bank Syariah Terbesar di Dunia
MNC Bank Ditunjuk Jadi...
MNC Bank Ditunjuk Jadi Bank RDN Periode 2024-2029
Pembobol Dana Nasahah...
Pembobol Dana Nasahah Bank BJB Ditangkap
Uang di Rekening Hilang...
Uang di Rekening Hilang Nasabah Datangi Kantor Bank Sulselbar
Satu Pelaku Perampokan...
Satu Pelaku Perampokan Bank di Bandar Lampung Ditangkap
Berita Terkini
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
2 jam yang lalu
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
3 jam yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
6 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
6 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
6 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
6 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved