Fiscal Cliff AS patut diwaspadai
Minggu, 02 Desember 2012 - 15:01 WIB
Fiscal Cliff AS patut diwaspadai
A
A
A
Sindonews.com - Isu fiscal cliff berkepanjang dan tak kunjung usai, tampaknya terus mempengaruhi pergerakan pasar global secara keseluruhan. Kalangan pengamat juga semakin khawatir bila kondisi tersebut tak segera diselesikan akan membawa ekonomi global mengalami resesi.
"Terdapat sentimen negatif dari penilaian OECD yang memangkas tingkat pertumbuhan global di 2012 menjadi 2,9 persen dari 3,4 persen dan di 2013 sebesar 3,4 persen dari sebelumnya 4,2 persen. OECD turut mengkomentari fiscal cliff AS dimana jika tidak diselesaikan segera akan membawa ekonomi global mengalami resesi," ujar Kepala Riset Trust Securities dalam keterangan tertulis yang diterima Sindonews, Minggu (2/12/2012).
Secara kasat, proyeksi tersebut seperti terlihat pada pergerakan pasar tanah air, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup akhir pekan dengan pelemahan. Sepanjang pekan kemarin, meski IHSG menyentuh level tertinggi terbarunya namun, secara perhitungan mingguan IHSG bergerak melemah dengan turun -1,67 persen. Begitu pun dengan indeks utama lainnya yang juga memerah. Tak ketinggalan indeks sektoral pun mayoritas juga memerah.
Sementara hanya 4 sektor yang masih bertengger di zona hijau antara lain, industri dasar yang menguat +3,36 persen, properti yang menguat +2,77 persen, consumer yang menguat +0,57persen, dan perdagangan yang menguat +0,16persen.
Hal tersebut kata dia, mengingat pengaruh sentimen global yang masih sangat kuat ditambah ketidakpastian mengenai kapan penyelesaian jurang fiscal AS akan teratasi. "Pergerakan IHSG selama sepekan kemarin banyak diwarnai oleh sentimen global," terang dia.
"Terdapat sentimen negatif dari penilaian OECD yang memangkas tingkat pertumbuhan global di 2012 menjadi 2,9 persen dari 3,4 persen dan di 2013 sebesar 3,4 persen dari sebelumnya 4,2 persen. OECD turut mengkomentari fiscal cliff AS dimana jika tidak diselesaikan segera akan membawa ekonomi global mengalami resesi," ujar Kepala Riset Trust Securities dalam keterangan tertulis yang diterima Sindonews, Minggu (2/12/2012).
Secara kasat, proyeksi tersebut seperti terlihat pada pergerakan pasar tanah air, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup akhir pekan dengan pelemahan. Sepanjang pekan kemarin, meski IHSG menyentuh level tertinggi terbarunya namun, secara perhitungan mingguan IHSG bergerak melemah dengan turun -1,67 persen. Begitu pun dengan indeks utama lainnya yang juga memerah. Tak ketinggalan indeks sektoral pun mayoritas juga memerah.
Sementara hanya 4 sektor yang masih bertengger di zona hijau antara lain, industri dasar yang menguat +3,36 persen, properti yang menguat +2,77 persen, consumer yang menguat +0,57persen, dan perdagangan yang menguat +0,16persen.
Hal tersebut kata dia, mengingat pengaruh sentimen global yang masih sangat kuat ditambah ketidakpastian mengenai kapan penyelesaian jurang fiscal AS akan teratasi. "Pergerakan IHSG selama sepekan kemarin banyak diwarnai oleh sentimen global," terang dia.
(hyk)
Lihat Juga :