Awali Desember, IHSG diproyeksi rebound
Minggu, 02 Desember 2012 - 19:09 WIB
Awali Desember, IHSG diproyeksi rebound
A
A
A
Sindonews.com - Mengawali perdagangan pekan ini sekaligus mengawali perdagangan bulan Desember 2012, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi mampu berbalik menguat setelah pada penutupan perdagangan ahir pekan lalu ditutup melemah. IHSG akan berada pada support 4250-4263 dan resistance 4296-4315.
"Pada perdagangan Senin (3 Desember) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4250-4263 dan resistance 4296-4315," ujar Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Senin (3/12/2012).
Berpola spinning dan menyentuh lower bollinger bands, MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak menuju area oversold.
"Dengan pelemahan yang terjadi, menggagalkan IHSG untuk menutup gap atas. Namun dengan terbentuknya spinning diharapkan ada peluang untuk mengalami rebound meski sifatnya masih terbatas," simpul Reza.
Perlu diketahui, pada perdagangan sepanjang pekan lalu, meskipun sentimen yang ada tidak terlalu negatif, apalagi dengan penguatan bursa saham AS dan Eropa sebelumnya, laju IHSG justru terjerembab di akhir pekan.
Laju bursa saham Asia yang sejak awal hingga penutupan perdagangan menghijau karena sentimen dari AS dan persetujuan stimulus Jepang pun juga tidak mampu mengangkat IHSG.
Pelaku pasar, khususnya domestik, lebih memilih untuk melakukan aksi jual karena pengaruh psikologis dari masih adanya nett sell asing sebelumnya, sehingga muncul anggapan jika masih ada nett sell asing maka IHSG akan terperosok lebih dalam.
Sepanjang perdagangan Jumat kemarin, IHSG menyentuh level 4.321,98 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.255,27 (level terendahnya) di awal sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.276,14.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi yang tercatat naik, juga dipicu transaksi negosiasi saham BEST dengan nilai Rp1,21 trliun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pergerakan nilai tukar Rupiah berbalik positif seiring euforia pasar terhadap kepastian bailout Yunani terutama jelang voting parlemen Jerman. Ada kemungkinan Jerman menyetujui kesepakatan bailout terbaru untuk Yunani.
Selain itu, pelaku pasar juga sedikit bersikap positif terhadap pidato Mario Draghi yang cukup optimis terhadap ekonomi Eropa akan bisa pulih pada 2013 meskipun ada kemungkinan mengalami kontraksi untuk jangka pendek.
Apresiasi Rupiah juga terbantukan dengan komentar dari salah 1 petinggi The Fed yang menegaskan bahwa The Fed masih akan tetap menjalankan kebijakan moneter longgarnya walaupun pemulihan ekonomi AS terus berlangsung. Tetapi, apresiasi Rupiah terhalangi dengan beberapa rilis data di Eropa yang menurun.
Bursa saham Asia mayoritas bertahan menghijau setelah nilai tukar Yen melemah seiring dengan kabinet Jepang yang telah menyetujui penambahan stimulus senilai 880 miliar yen segera pada Desember 2012.
Selain itu, dengan makin dekatnya Pemilu Jepang, beredar spekulasi partai oposisi yang pro stimulus akan memenangi pemilu.
Sentimen positif juga datang dari pemerintah China yang dikabarkan tidak akan membatasi sektor properti seiring dengan terjadinya urbanisasi dan kenaikan industrial production bulanan Jepang.
Bursa saham Eropa bergerak variatif dipicu penantian kepastian penyelesaian masalah jurang fiskal di AS. Setelah pernyataan positif dari para petinggi AS, pelaku pasar menantikan kepastian tersebut.
Pelaku pasar menilai, suatu pernyataan belumlah cukup memberikan sentimen positif bila belum terlihat tindakan nyatanya. Di sisi lain, voting parlemen Jerman yang menyetujui paket bailout Yunani turut direspon positif. Langkah ini, termasuk pengurangan bunga pinjaman dan pencairan dana bailout.
Bursa saham AS cenderung bergerak variatif meski masih bertahan di zona hijau. Pelaku pasar mulai bersikap ragu terhadap kemajuan yang dicapai para petinggi AS dalam mencapai kesepakatan penyelesaian masalah jurang fiskal sebelum Natal.
Di sisi lain, rilis penurunan data personal income dan personal spending sempat direspon negatif.(dna)
"Pada perdagangan Senin (3 Desember) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4250-4263 dan resistance 4296-4315," ujar Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Senin (3/12/2012).
Berpola spinning dan menyentuh lower bollinger bands, MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak menuju area oversold.
"Dengan pelemahan yang terjadi, menggagalkan IHSG untuk menutup gap atas. Namun dengan terbentuknya spinning diharapkan ada peluang untuk mengalami rebound meski sifatnya masih terbatas," simpul Reza.
Perlu diketahui, pada perdagangan sepanjang pekan lalu, meskipun sentimen yang ada tidak terlalu negatif, apalagi dengan penguatan bursa saham AS dan Eropa sebelumnya, laju IHSG justru terjerembab di akhir pekan.
Laju bursa saham Asia yang sejak awal hingga penutupan perdagangan menghijau karena sentimen dari AS dan persetujuan stimulus Jepang pun juga tidak mampu mengangkat IHSG.
Pelaku pasar, khususnya domestik, lebih memilih untuk melakukan aksi jual karena pengaruh psikologis dari masih adanya nett sell asing sebelumnya, sehingga muncul anggapan jika masih ada nett sell asing maka IHSG akan terperosok lebih dalam.
Sepanjang perdagangan Jumat kemarin, IHSG menyentuh level 4.321,98 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.255,27 (level terendahnya) di awal sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.276,14.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi yang tercatat naik, juga dipicu transaksi negosiasi saham BEST dengan nilai Rp1,21 trliun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pergerakan nilai tukar Rupiah berbalik positif seiring euforia pasar terhadap kepastian bailout Yunani terutama jelang voting parlemen Jerman. Ada kemungkinan Jerman menyetujui kesepakatan bailout terbaru untuk Yunani.
Selain itu, pelaku pasar juga sedikit bersikap positif terhadap pidato Mario Draghi yang cukup optimis terhadap ekonomi Eropa akan bisa pulih pada 2013 meskipun ada kemungkinan mengalami kontraksi untuk jangka pendek.
Apresiasi Rupiah juga terbantukan dengan komentar dari salah 1 petinggi The Fed yang menegaskan bahwa The Fed masih akan tetap menjalankan kebijakan moneter longgarnya walaupun pemulihan ekonomi AS terus berlangsung. Tetapi, apresiasi Rupiah terhalangi dengan beberapa rilis data di Eropa yang menurun.
Bursa saham Asia mayoritas bertahan menghijau setelah nilai tukar Yen melemah seiring dengan kabinet Jepang yang telah menyetujui penambahan stimulus senilai 880 miliar yen segera pada Desember 2012.
Selain itu, dengan makin dekatnya Pemilu Jepang, beredar spekulasi partai oposisi yang pro stimulus akan memenangi pemilu.
Sentimen positif juga datang dari pemerintah China yang dikabarkan tidak akan membatasi sektor properti seiring dengan terjadinya urbanisasi dan kenaikan industrial production bulanan Jepang.
Bursa saham Eropa bergerak variatif dipicu penantian kepastian penyelesaian masalah jurang fiskal di AS. Setelah pernyataan positif dari para petinggi AS, pelaku pasar menantikan kepastian tersebut.
Pelaku pasar menilai, suatu pernyataan belumlah cukup memberikan sentimen positif bila belum terlihat tindakan nyatanya. Di sisi lain, voting parlemen Jerman yang menyetujui paket bailout Yunani turut direspon positif. Langkah ini, termasuk pengurangan bunga pinjaman dan pencairan dana bailout.
Bursa saham AS cenderung bergerak variatif meski masih bertahan di zona hijau. Pelaku pasar mulai bersikap ragu terhadap kemajuan yang dicapai para petinggi AS dalam mencapai kesepakatan penyelesaian masalah jurang fiskal sebelum Natal.
Di sisi lain, rilis penurunan data personal income dan personal spending sempat direspon negatif.(dna)
(gpr)
Lihat Juga :