DPR: Dahlan perlu dibawa ke psikiater
Senin, 03 Desember 2012 - 10:47 WIB
DPR: Dahlan perlu dibawa ke psikiater
A
A
A
Sindonews.com - DPR mengaku kaget dengan tindakan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang begitu saja meninggalkan Gedung DPR sebelum Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII terkait pembahasan kerugian PLN Rp37 triliun dimulai.
"Saya shock kalau negeri Indonesia yang dibangun, ada pembantu presiden kayak gini, perlu dibawa ke psikiater," ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR Effendi Simbolon di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/12/2012).
Effendi mengatakan, tindakan Dahlan Iskan tersebut sangat tidak pantas mengingat kedudukan dia sebagai seorang Menteri. "Sikap dari pembantu presiden yang tidak tahu etika, ini kacau lho, kita ini penyelenggara negara," imbuhnya.
Menurut dia, seharusnya eks Dirut PLN tersebut meminta izin terlebih dahulu kepada Komisi VII DPR, bukan datang lalu langsung meninggalkan DPR. "Apapun alasannya monggo disampaikan di rapat," tutupnya.
Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan kembali menghindar dari panggilan DPR terkait pembahasan inefisiensi di tubuh PLN sebesar Rp67 triliun pada masa kepemimpinannya.
Ia hanya datang ke Gedung DPR untuk berpamitan kemudian pergi meninggalkannya. Kali ini, Dahlan berkilah dirinya dipanggil rapat terbatas ke Istana oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Saya dipanggil rapat terbatas oleh pak presiden," ujar Dahlan Iskan ketika keluar dari Gedung DPR pukul 09.50 tadi, Jakarta, Senin (3/12/2012).
Eks dirut PLN tersebut mengatakan, dia sudah memenuhi undangan DPR lalu mendadak dipanggil Presiden SBY. "Saya kan datang, 10.30 saya rapat di Istana," sambungnya.
"Saya shock kalau negeri Indonesia yang dibangun, ada pembantu presiden kayak gini, perlu dibawa ke psikiater," ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR Effendi Simbolon di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/12/2012).
Effendi mengatakan, tindakan Dahlan Iskan tersebut sangat tidak pantas mengingat kedudukan dia sebagai seorang Menteri. "Sikap dari pembantu presiden yang tidak tahu etika, ini kacau lho, kita ini penyelenggara negara," imbuhnya.
Menurut dia, seharusnya eks Dirut PLN tersebut meminta izin terlebih dahulu kepada Komisi VII DPR, bukan datang lalu langsung meninggalkan DPR. "Apapun alasannya monggo disampaikan di rapat," tutupnya.
Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan kembali menghindar dari panggilan DPR terkait pembahasan inefisiensi di tubuh PLN sebesar Rp67 triliun pada masa kepemimpinannya.
Ia hanya datang ke Gedung DPR untuk berpamitan kemudian pergi meninggalkannya. Kali ini, Dahlan berkilah dirinya dipanggil rapat terbatas ke Istana oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Saya dipanggil rapat terbatas oleh pak presiden," ujar Dahlan Iskan ketika keluar dari Gedung DPR pukul 09.50 tadi, Jakarta, Senin (3/12/2012).
Eks dirut PLN tersebut mengatakan, dia sudah memenuhi undangan DPR lalu mendadak dipanggil Presiden SBY. "Saya kan datang, 10.30 saya rapat di Istana," sambungnya.
(gpr)
Lihat Juga :