IHSG menuju area oversold
Selasa, 04 Desember 2012 - 08:23 WIB
IHSG menuju area oversold
A
A
A
Sindonews.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedikit tertahan menuju area oversold, namun kenaikan yang terjadi belum dapat menutup gap atas.
Pada pergerakan hari ini, diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.263-4.288 dan resistance 4.311-4.320.
Menurut Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, adanya kenaikan tersebut belum dapat meutup gap yang ada namun, dengan terbentuknya bullish harami seharusnya mengindikasikan adanya peluang kenaikan lebih lanjut.
"Akan tetapi, kondisi tersebut dimungkinkan mengalami perubahan arah bila minat jual di pelaku pasar masih tinggi," kata dia di Jakarta, Selasa (4/11/2012).
Sementara pergerakan bursa saham Eropa sampai dengan saat ini berada pada teritori positif, setelah merespon rilis data manufaktur China bulan November yang berhasil mengurangi kekhawatiran tentang pembicaraan anggaran AS.
"Bursa saham AS diperkirakan akan bergerak variatif karena pelaku pasar merespon positif rilis indeks manufaktur AS namun, tetap menantikan kepastian penyelesaian masalah fiscal cliff,"ujarnya.
Sebelumnya, pada perdagangan kemarin IHSG mampu menguat justru di akhir perdagangan. Padahal sepanjang hari, IHSG pada perdagangan awal pekan ini justru melemah. Adanya rilis kenaikan indeks manufaktur China sempat direspon positif.
Begitu pun dengan rilis inflasi yang lebih rendah dari ekspektasi masih memberikan angin segar. Tetapi, sentimen tersebut mulai tertutupi dengan rilis penurunan ekspor Indonesia, dan mulai memerahnya bursa saham China seiring dengan penilaian kemungkinan tidak adanya program stimulus maupun pelonggaran moneter secara signifikan.
"Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell," jelas Reza.
Pada pergerakan hari ini, diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.263-4.288 dan resistance 4.311-4.320.
Menurut Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, adanya kenaikan tersebut belum dapat meutup gap yang ada namun, dengan terbentuknya bullish harami seharusnya mengindikasikan adanya peluang kenaikan lebih lanjut.
"Akan tetapi, kondisi tersebut dimungkinkan mengalami perubahan arah bila minat jual di pelaku pasar masih tinggi," kata dia di Jakarta, Selasa (4/11/2012).
Sementara pergerakan bursa saham Eropa sampai dengan saat ini berada pada teritori positif, setelah merespon rilis data manufaktur China bulan November yang berhasil mengurangi kekhawatiran tentang pembicaraan anggaran AS.
"Bursa saham AS diperkirakan akan bergerak variatif karena pelaku pasar merespon positif rilis indeks manufaktur AS namun, tetap menantikan kepastian penyelesaian masalah fiscal cliff,"ujarnya.
Sebelumnya, pada perdagangan kemarin IHSG mampu menguat justru di akhir perdagangan. Padahal sepanjang hari, IHSG pada perdagangan awal pekan ini justru melemah. Adanya rilis kenaikan indeks manufaktur China sempat direspon positif.
Begitu pun dengan rilis inflasi yang lebih rendah dari ekspektasi masih memberikan angin segar. Tetapi, sentimen tersebut mulai tertutupi dengan rilis penurunan ekspor Indonesia, dan mulai memerahnya bursa saham China seiring dengan penilaian kemungkinan tidak adanya program stimulus maupun pelonggaran moneter secara signifikan.
"Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell," jelas Reza.
(gpr)
Lihat Juga :