Kejar setoran, pegawai pajak tak libur Sabtu-Minggu
Selasa, 04 Desember 2012 - 14:19 WIB
Kejar setoran, pegawai pajak tak libur Sabtu-Minggu
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah menyebut dalam satu bulan ini pihaknya akan "kejar setoran" penerimaan pajak. Bahkan, pemerintah menyebut tidak ada libur setiap akhir pekan demi mengejar target ini.
"Saya minta pegawai frontliner yang langsung berhadapan dengan wajib pajak (WP) itu Sabtu tidak boleh libur. Saya minta semuanya kerja keras. Saya minta pegawai untuk bertemu dengan WP dan memperingatkan yang kurang bayar. Jadi intensitas ditingkatkan, enggak ada weekend lagi satu bulan ke depan untuk mengejar WP," ungkap Dirjen Pajak Kemenkeu Fuad Rahmany ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Fuad menyebut, setoran pajak yang masuk ke dompet negara semester dua ini memang melambat seiring dengan perlambatan ekonomi global. Hal ini menyebabkan beberapa sektor industri khususnya pertambangan mengalami kekeringan permintaan sehingga otomatis neraca perdagangan RI defisit.
"Itu berdampak pada penerimaan laba usaha mereka yang berarti penerimaan pajak turun. Jadi cukup berat di dunia usaha sehingga penerimaan pajak turun di sektor tertentu," tambahnya.
Meskipun begitu, pemerintah melakukan berbagai upaya sektor mana saja yang bisa digali pajaknya dan mudah-mudahan bisa ditutup penurunan di beberapa sektor itu.
"Tidak bisa ngomong (target penerimaan pajak). Tidak bisa dibilang turun karena tahun lalu kan persentasenya penerimaan 97 persen, kita usaha kalau bisa sama dengan tahun lalu," jelas dia.
"Saya minta pegawai frontliner yang langsung berhadapan dengan wajib pajak (WP) itu Sabtu tidak boleh libur. Saya minta semuanya kerja keras. Saya minta pegawai untuk bertemu dengan WP dan memperingatkan yang kurang bayar. Jadi intensitas ditingkatkan, enggak ada weekend lagi satu bulan ke depan untuk mengejar WP," ungkap Dirjen Pajak Kemenkeu Fuad Rahmany ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Fuad menyebut, setoran pajak yang masuk ke dompet negara semester dua ini memang melambat seiring dengan perlambatan ekonomi global. Hal ini menyebabkan beberapa sektor industri khususnya pertambangan mengalami kekeringan permintaan sehingga otomatis neraca perdagangan RI defisit.
"Itu berdampak pada penerimaan laba usaha mereka yang berarti penerimaan pajak turun. Jadi cukup berat di dunia usaha sehingga penerimaan pajak turun di sektor tertentu," tambahnya.
Meskipun begitu, pemerintah melakukan berbagai upaya sektor mana saja yang bisa digali pajaknya dan mudah-mudahan bisa ditutup penurunan di beberapa sektor itu.
"Tidak bisa ngomong (target penerimaan pajak). Tidak bisa dibilang turun karena tahun lalu kan persentasenya penerimaan 97 persen, kita usaha kalau bisa sama dengan tahun lalu," jelas dia.
(gpr)
Lihat Juga :