Kesejahteraan petani Aceh menurun
Selasa, 04 Desember 2012 - 15:50 WIB
Kesejahteraan petani Aceh menurun
A
A
A
Sindonews.com - Nilai Tukar Petani (NTP) Aceh terus menurun sejak Februari hingga Oktober tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh merekomendasi agar pemerintah meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan petani dengan cara membuka akses pasar yang luas.
“Pemerintah harus menjamin harga terhadap produk-produk pertanian agar harga yang diterima petani meningkat,” harap Kepala BPS Aceh Syeh Suhaimi, Selasa (4/12/2012).
Menurut Syeh, pada Februari NTP Aceh 105,08 namun turun menjadi 104,06 pada Juni tahun ini. Sebulan kemudian hanya naik 0,4 dua bulan kemudian anjlok lagi bahkan sampai 103,76 pada Oktober. BPS Aceh mencatat penurunan kembali terjadi bulan lalu mencapai 0,21 persen.
“Hal itu akibat dari besarnya nilai indek yang dibayar petani dari pada penerimaan secara umum,” jelasnya.
Penyebab turunnya NTP Aceh dipengaruhi subsektor holtikultura 0,70 persen, perkebunan rakyat 1,68 persen dan peternakan 0,51 persen. Pahitnya lagi penurunan juga terjadi pada November disubsektor tanaman pangan dan perikanan 1,08 dan 0,03 persen.
Syeh khawatir jika pemerintah tidak segera bertindak, petani di Aceh semakin melarat dan meningkatkan angka pengangguran. Pasalnya sektor pertanian menyedot tenaga kerja yang cukup signifikan.
“Akses pasar harus dibuka dan perlunya jaminan harga produk pertanian, sehingga daya beli petani meningkat dan kesejahteraan terjamin,” katanya.
“Pemerintah harus menjamin harga terhadap produk-produk pertanian agar harga yang diterima petani meningkat,” harap Kepala BPS Aceh Syeh Suhaimi, Selasa (4/12/2012).
Menurut Syeh, pada Februari NTP Aceh 105,08 namun turun menjadi 104,06 pada Juni tahun ini. Sebulan kemudian hanya naik 0,4 dua bulan kemudian anjlok lagi bahkan sampai 103,76 pada Oktober. BPS Aceh mencatat penurunan kembali terjadi bulan lalu mencapai 0,21 persen.
“Hal itu akibat dari besarnya nilai indek yang dibayar petani dari pada penerimaan secara umum,” jelasnya.
Penyebab turunnya NTP Aceh dipengaruhi subsektor holtikultura 0,70 persen, perkebunan rakyat 1,68 persen dan peternakan 0,51 persen. Pahitnya lagi penurunan juga terjadi pada November disubsektor tanaman pangan dan perikanan 1,08 dan 0,03 persen.
Syeh khawatir jika pemerintah tidak segera bertindak, petani di Aceh semakin melarat dan meningkatkan angka pengangguran. Pasalnya sektor pertanian menyedot tenaga kerja yang cukup signifikan.
“Akses pasar harus dibuka dan perlunya jaminan harga produk pertanian, sehingga daya beli petani meningkat dan kesejahteraan terjamin,” katanya.
(gpr)
Lihat Juga :