Semen Gresik raih penghargaan pengelolaan lingkungan
Selasa, 04 Desember 2012 - 16:21 WIB
Semen Gresik raih penghargaan pengelolaan lingkungan
A
A
A
Sindonews.com - PT Semen Gresik Tbk berhasil memeroleh penghargaan proper emas dari Kementerian Lingkungan Hidup lantaran mampu meningkatkan efisiensi perusahaan melalui pengelolaan lingkungan.
Proper emas diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Boediono kepada Direktur Utama PT Semen Gresik Dwi Soetjipto dalam acara Malam Anugerah Lingkungan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) periode 2011-2012 di Jakarta, Senin (3/12) malam.
Ada sebanyak 12 perusahaan dari total 1.317 perusahaan yang masuk penilaian, memeroleh proper emas dari Kementerian Lingkungan Hidup. Penilaian proper dilakukan terhadap perusahaan sektor pertambangan, energi, manufaktur, agroindustri, kawasan, hingga jasa.
Dwi mengatakan, penghargaan ini menjadi bukti bahwa dalam pengelolaan lingkungan, perseroan tidak hanya mengikuti standart yang ditetapkan tapi telah melakukan praktik terbaik yang terpadu dan berkelanjutan. Selama ini, pihaknya berkomitmen meningkatkan tata kelola lingkungan berkualitas demi terciptanya praktik bisnis berkelanjutan.
Perseroan, kata dia, manyadari sepenuhnya bahwa pengelolaan lingkungan yang baik akan mewujudkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. "Semen Gresik telah membuktikan dengan mewujudkan green industry, bisnis kami bisa tumbuh membesar dan mampu menjadi pemimpin pasar di industri semen nasional," ujar Dwi dalam rilisnya, Selasa (4/12/2012).
Ia meyakini perusahaan yang tak peduli pada lingkungan pasti akan rugi sendiri. Karenanya, dirinya selalu menekankan bahwa tidak akan rugi perusahaan jika punya concern tinggi ke lingkungan. "Pengelolaan lingkungan jangan dianggap sebagai cost center tapi bentuk tanggungjawab kita untuk menjaga bumi sekaligus memastikan keberlanjutan bisnis," terangnya.
Sebaliknya, tanpa alam yang lestari dan lingkungan sosial yang kondusif, mustahil perusahaan bisa beroperasi dengan baik. Sebab itu, Semen Gresik menempatkan lingkungan sebagai pilar perusahaan.
Dwi menerangkan, praktik bisnis yang dijalankan kelompok usaha semen terbesar di Indonesia ini berbasis pada tiga pilar, yakni kinerja finansial (profit), pelestarian lingkungan (planet), dan pemberdayaan masyarakat (people). "Pengelolaan lingkungan dan sosial merupakan pilar dalam sistem mutu Semen Gresik, di samping pilar kinerja ekonomi. Oleh karena itu, di Semen Gresik pengelolaan lingkungan dan sosial sudah menyatu dengan profit," jelas Dwi.
Lebih lanjut Dwi menuturkan, keberhasilan pengelolaan lingkungan yang dilakukan Semen Gresik Persero ini sekaligus mematahkan stigma bahwa industri semen selalu berimbas buruk ke lingkungan. Di Semen Gresik setiap investasi yang dilakukan selalu memerhatikan prinsip lingkungan.
Proper emas diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Boediono kepada Direktur Utama PT Semen Gresik Dwi Soetjipto dalam acara Malam Anugerah Lingkungan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) periode 2011-2012 di Jakarta, Senin (3/12) malam.
Ada sebanyak 12 perusahaan dari total 1.317 perusahaan yang masuk penilaian, memeroleh proper emas dari Kementerian Lingkungan Hidup. Penilaian proper dilakukan terhadap perusahaan sektor pertambangan, energi, manufaktur, agroindustri, kawasan, hingga jasa.
Dwi mengatakan, penghargaan ini menjadi bukti bahwa dalam pengelolaan lingkungan, perseroan tidak hanya mengikuti standart yang ditetapkan tapi telah melakukan praktik terbaik yang terpadu dan berkelanjutan. Selama ini, pihaknya berkomitmen meningkatkan tata kelola lingkungan berkualitas demi terciptanya praktik bisnis berkelanjutan.
Perseroan, kata dia, manyadari sepenuhnya bahwa pengelolaan lingkungan yang baik akan mewujudkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. "Semen Gresik telah membuktikan dengan mewujudkan green industry, bisnis kami bisa tumbuh membesar dan mampu menjadi pemimpin pasar di industri semen nasional," ujar Dwi dalam rilisnya, Selasa (4/12/2012).
Ia meyakini perusahaan yang tak peduli pada lingkungan pasti akan rugi sendiri. Karenanya, dirinya selalu menekankan bahwa tidak akan rugi perusahaan jika punya concern tinggi ke lingkungan. "Pengelolaan lingkungan jangan dianggap sebagai cost center tapi bentuk tanggungjawab kita untuk menjaga bumi sekaligus memastikan keberlanjutan bisnis," terangnya.
Sebaliknya, tanpa alam yang lestari dan lingkungan sosial yang kondusif, mustahil perusahaan bisa beroperasi dengan baik. Sebab itu, Semen Gresik menempatkan lingkungan sebagai pilar perusahaan.
Dwi menerangkan, praktik bisnis yang dijalankan kelompok usaha semen terbesar di Indonesia ini berbasis pada tiga pilar, yakni kinerja finansial (profit), pelestarian lingkungan (planet), dan pemberdayaan masyarakat (people). "Pengelolaan lingkungan dan sosial merupakan pilar dalam sistem mutu Semen Gresik, di samping pilar kinerja ekonomi. Oleh karena itu, di Semen Gresik pengelolaan lingkungan dan sosial sudah menyatu dengan profit," jelas Dwi.
Lebih lanjut Dwi menuturkan, keberhasilan pengelolaan lingkungan yang dilakukan Semen Gresik Persero ini sekaligus mematahkan stigma bahwa industri semen selalu berimbas buruk ke lingkungan. Di Semen Gresik setiap investasi yang dilakukan selalu memerhatikan prinsip lingkungan.
(gpr)
Lihat Juga :