Jokowi : Baru jabat 5 minggu, jangan dikejar-kejar
Selasa, 04 Desember 2012 - 18:11 WIB
Jokowi : Baru jabat 5 minggu, jangan dikejar-kejar
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak masalah jika dikatakan proyek Mass Rapid Transit (MRT) yang sedang dijalaninya molor. Karena meski hanya tinggal keputusan, masih diperlukan pendalaman mulai dari uji kelayakan, tender dan pembiayaan.
"Orang sudah mulai dari 2005, tapi sampai sekarang belum ada yang putuskan, saya baru 5 minggu sudah disuruh-suruh mutuskan," kata Jokowi di kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Mantan Walikota Solo tersebut menjelaskan, planing project ini sudah dari 20 tahun yang lalu. Memang belum selesai dari sebelumnya dia terpilih sebagai Gubernur. Namun, dia menegaskan akan cepat menyelesaikan proyek ini.
"Saya baru 5 minggu, dikejar-kejar, ya saya pengennya cepet pokoknya maraton terus. Setelah ini kejar lagi, ini mau ke Menko agar semua dikumpulkan. Pokoknya saya pengennya pemerintah pusat lebih besar," jelasnya.
Selain itu, proyek ini juga melibatkan banyak pihak. Di antaranya, Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan dan pihak swasta.
"Hambatannya ya sudah ditandatangani semuanya, sudah berjalan sejak 2005, kemudian tendernya sudah ditenderkan. Ini memang keputusannya tinggal di saya, tapi sekali lagi saya harus super hati-hati karena menyangkut masa depan yang nanti ada di APBD," ungkap Jokowi.
"Orang sudah mulai dari 2005, tapi sampai sekarang belum ada yang putuskan, saya baru 5 minggu sudah disuruh-suruh mutuskan," kata Jokowi di kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Mantan Walikota Solo tersebut menjelaskan, planing project ini sudah dari 20 tahun yang lalu. Memang belum selesai dari sebelumnya dia terpilih sebagai Gubernur. Namun, dia menegaskan akan cepat menyelesaikan proyek ini.
"Saya baru 5 minggu, dikejar-kejar, ya saya pengennya cepet pokoknya maraton terus. Setelah ini kejar lagi, ini mau ke Menko agar semua dikumpulkan. Pokoknya saya pengennya pemerintah pusat lebih besar," jelasnya.
Selain itu, proyek ini juga melibatkan banyak pihak. Di antaranya, Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan dan pihak swasta.
"Hambatannya ya sudah ditandatangani semuanya, sudah berjalan sejak 2005, kemudian tendernya sudah ditenderkan. Ini memang keputusannya tinggal di saya, tapi sekali lagi saya harus super hati-hati karena menyangkut masa depan yang nanti ada di APBD," ungkap Jokowi.
(gpr)
Lihat Juga :